BAGIKAN

BOLMONG – Tauran antar kampung (Tarkam) di Kecamatan Dumoga raya terus meluas. Setelah Desa Tambun dan Kelurahan Imandi yang sudah diselesaikan oleh pemerintah bersama dengan aparat keamanan. Kini muncul lagi konflik baru antara Desa Tambun dan Desa Dumoga. Belum sempat reda, sudah disusul dengan Tarkam antara Desa Pusian dan Desa Toruakat.

Bupati Bolaang Mongondow, Yasti Soepredjo Mokoagow, menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terprovokasi. Bupati menghimbau agar masyarakat dapat menahan diri. “Ya, saya minta masyarakat yang ada di dataran Dumoga dapat menahan diri dan jangan gampang terprovokasi,” ucap Bupati, saat membuka pekan daerah KTNA Bolmong di Desa Kopandakan II, Senin (7/9).

Yasti mengatakan, jika melihat secara umum Tarkam yang terjadi di Dumoga Bersatu ada sidikit-sidikit provokator. Karena, ini kelihatannya ada upaya membangkitkan kembali luka-luka lama.

“Coba dilihat rentetannya, mulai dari Desa Tambun dan Imandi, Desa Dumoga dan Desa Tambun. Menyusul Desa Pusian dan Toruakat. Kita harus waspada, jangan nanti dia akan bergeser juga di Desa lain. Seperti kemarin yang sempat terjadi antara Desa Doloduo dan Desa Makaruo,” ujar Yasti.

Ini akan lebih bahaya lagi kata Bupati, jika melebar ke Desa-desa lain. Untuk itu masyarakat agar jangan mudah terprovokasi. Apalagi ini masuk situasi politik, menjelang pelantikan Presiden. Ini akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak senang melihat situasi yang aman dan kondusif.

Yasti menjelaskan, kenapa sasarannya harus di daerah Bolaang Mongondow. Karena di Daerah kita merupakan wilayah yang heterogen, apalagi wilayah yang ada di Dumoga Raya. Semua suku dan agama, ada di Bolaang Mongondow.

Bupati terus memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat, agar harus menahan diri dan jangan mudah terpancing. “Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, mulai dari remaja, dewasa dan orang tua agar jangan mudah terpancing, terprovokasi dengan oknum-oknum yang ingin merusak persatuan dan kesatuan, serta kerukunan yang ada di Kabupaten Bolmong,” pungkas Yasti.