BOLMONG – Setelah beberapa bulan diberlakukan sistem belajar dirumah. Saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sedang berupaya untuk membuka proses belajar mengajar di lingkungan sekolah secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pembelajaran secara tatap muka ini, hanya diprioritaskan untuk kelas ujian. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Bolmong, Renti Mokoginta, Senin (16/11/2020).

Renti mengatakan, akan mulai membuka persekolahan untuk siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) dan kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sedang menghadapi ujian.

“Tahap pertama ini, diprioritaskan bagi siswa yang akan ujian terlebih dahulu,” kata Renti.

Nantinya dalam proses belajar mengajar secara tatap muka ini kata Renti, setiap siswa wajib menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, akan dibatasi perkelompok. Pihaknya juga akan membagikan APD.

“Nantinya akan ada APD, seperti¬†face shield¬†yang akan dibagikan kepada para siswa,” ungkapnya.

Untuk sistem serta waktu pembelajarannya lanjut Mokoginta, sedang dikaji. “Kemungkinan siswa akan belajar selama dua jam dalam sehari,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Abdul Rivai Mokoagow, menambahkan, bahwa untuk pembelajaran secara tatap muka ini pihak sekolah harus meminta persetujuan dari orang tua siswa (wali murid).

“Sekolah wajib mengundang orang tua siswa untuk dimintai persetujuan dengan menanda tangani surat pernyataan, bahwa bersedia mengikut sertakan anaknya dalam proses belajar mengajar secara tatap muka,” jelas Rivai.

Bagi siswa yang tidak di ijinkan oleh orang tuanya, lanjut Rivai, maka proses belajar mengajar tetap jalan, yaitu dilakukan secara luring.

“Pembelajaran dengan metode luring atau offline, yaitu dilakukan diluar tatap muka oleh guru dan peserta didik. Guru memberikan materi berupa tugas hardcopy kepada peserta didik, kemudian dilaksanakan di luar sekolah,” terang Rivai.