BOLMONG – Sejak masuk dalam kawasan industri, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menjadi primadona bagi para investor untuk berinvestasi di daerah yang dikenal sebagai lumbung berasnya Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini.

Hal itu pun diakui oleh Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow. Ia mengaku sangat bersyukur, karena banyak investor yang masuk ke Kabupaten Bolmong.

Menurutnya, Kawasan Industri Mongondow (KIMONG), selain investor dari Cina, ada juga investor asal Jepang dan Korea yang tertarik. Bahkan, di Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sudah diatur area untuk tiap investor.

“Yang sudah ada adalah investor asal Cina. Selain itu, ada juga dari Jepang dan Korea yang mau untuk berinvestasi” ungkap Yasti, saat memberikan sambutan di peletakkan batu pertama pembangunan gedung asrama terpadu, gedung workshop dan gedung teori Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) di Desa Dulangon, Kecamatan Lolak.

Yasti mengungkapkan, keseriusan dari para investor ini dibuktikan dengan keberadaan kantor KIMONG yang ada di Desa Lalow, Kecamatan Lolak. Kantor tersebut sudah ditempati sejak tahun lalu.

Ia berharap, agar masyarakat Bolmong menyambut baik kehadiran Kawasan Industri Mongondow ini. Karena akan membuka lapangan kerja yang cukup besar.

“Ini akan membuka peluang kerja bagi putra-putri kita. Ada ribuan tenaga kerja, dan pastinya prioritas adalah warga Bolmong,” ucapnya.

Disisi lain kata Yasti, dengan adanya investasi ratusan triliun rupiah yang masuk ke Bolmong, membuat daerah kita dapat lebih cepat maju, dibandingkan dengan daerah lain. Karena kehadiran KIMONG secara langsung akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Diketahui, untuk mendukung kawasan industri ini, proyek pembangunan bandar udara (Bandara) Lolada di Lolak, terus dikerjakan yang sudah mendapat persetujuan Menteri BUMN Erick Tohir.

Tak hanya itu, dukungan penuh juga dari pemerintah Provinsi, dengan rencana pembangunan jalan tol hingga ke Bolmong sebagai dukungan Kawasan Industri Mongondow.

Dari informasi yang didapat, selain pembangunan pabrik di kawasan industri, akan ada juga pengembangan potensi wisata di Kabupaten Bolaang Mongondow, dan salah satu yang dilirik adalah pulau tiga.