BOLMONG – Pemerintah Indonesia telah menetapkan status bencana non alam terhadap wabah penyakit virus corona Covid-19. Untuk menjaga segala kemungkinan terhadap dampak Covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melakukan berbagai upaya pencegahan untuk memutus mata rantai penularan virus corona ini, serta dampak yang ditimbulkan akibat bencana nonalam tersebut.

Berbagai kebijakan yang dilakukan oleh Pemda Bolmong untuk melawan pandemi Covid-19 ini, mulai dari pemangkasan anggaran untuk pencegahan dan penanganan. Sampai dengan pembatasan mobilitas orang dan kendaraan yang keluar masuk di wilayah Bolmong. Serta mengajukan surat permohonan ke kementerian kesehatan terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Selain upaya-upaya tersebut, Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, juga mengeluarkan surat Instruksi Nomor 19/Setdakab/Hkm/IV/2020 tentang antisipasi kekurangan pangan bagi masyarakat akibat penyebaran Covid-19.

Dalam surat itu, Bupati menyampaikan bahwa akibat penyebaran Covid-19 yang kemungkinan berdampak jangka panjang, maka dengan ini menginstruksikan kepada, seluruh Camat, Sangadi, Lurah serta seluruh masyarakat Bolmong, untuk menanam tanaman pangan seperti, Ubi Jalar, Kacang Hijau, Talas, Padi, Singkong, Sayuran, Kentang, Bawang, Jagung, Cabai Kacang tanah, Tomat dan Rempah-rempah atau tanaman lain yang dapat dijadikan sebagai bahan makanan yang dapat dipanen paling lama tiga sampai empat bulan. Tanaman pangan yang dimaksud, ditanam di halaman rumah, kebun, atau lahan tidur yang tidak dipakai atas ijin dari pemiliknya.

Bupati menegaskan kepada Camat dan Sangadi, agar segera mengimbau dan mensosialisasikan instruksi ini kepada masyarakat agar menanam tanaman pangan untuk mengantisipasi kekurangan kebutuhan pangan.

Camat melaporkan pelaksanaan instruksi Bupati ini kepada Bupati Bolmong melalui Sekretaris Daerah, setiap hari Jumat. Dan seluruh masyarakat wajib melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 sebagaimana yang dianjurkan oleh pemerintah.