BAGIKAN

BOLMONG – Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mulai melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Bolmong Tahun 2021, dengan tema pemantapan kontribusi sektor pertanian, perikanan dan pariwisata terhadap perekonomian regional dan pemeratan pendapatan masyarakat.

Musrenbang tingkat Kecamatan perdana, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tahlis Gallang di Kecamatan Passi Barat, pada Kamis (30/1/2020). Badan Perancanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bolmong, akan menggelar Musrenbang selama 13 hari, dari tanggal 30 Januari hingga 17 Februari 2020. Dimulai dari Kecamatan Passi Barat, dan akan dilanjutkan di 14 kecamatan lainnya.

Sekda Buka Musrenbang Perdana di Kecamatan Passi Barat Advertorial Bolmong Headline
Suasana Musrenbang Kecamatan Passi Barat di Balai Desa Otam Barat

Sekda Bolmong, Tahlis Gallang, dalam sambutannya, menyampaikan, bahwa Musrenbang bertujuan untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepahaman usulan rencana kegiatan pembangunan Desa, yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan Daerah di wilayah Kecamatan. “Musrenbang betul-betul mengakomodir serta menganalisis semua aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, kemudian itu yang akan dimusyawarahkan secara bersama-sama,” kata Sekda.

Tahlis menjelaskan bahwa, dalam Musrenbang tahun 2020 yang penganggarannya tahun 2021 ada beberapa perubahan yang sangat mendasar, diantaranya usulan yang masuk daftar tunggu. Daftar tunggu dimaksud adalah usulan yang belum terakomodir pada tahun sebelumnya. “Jadi daftar tunggu tahun 2018 maupun tahun 2019 itu tidak lagi digunakan untuk penganggaran tahun 2021. Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan rencana pembangunan jangka menengah secara nasional,” jelas Tahlis.

Lebih lanjut Tahlis menyampaikan, sejak bapak Presiden Jokowi dilantik untuk periode 5 tahun kedepannya, maka negara indonesia mempunyai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang baru. Secara otomatis kabupaten/kota harus menyesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Maka dari itu, RPJMD kita direvisi. Karena RPJMD tidak boleh bertentangan dengan RPJMD Provinsi dan RPJMN,” ungkap Tahlis.

Sekda Buka Musrenbang Perdana di Kecamatan Passi Barat Advertorial Bolmong Headline
Camat Passi Barat saat memberikan sambutan

Sementara itu, Kepala Bappeda Bolmong, Yarlis Awaludin Hatam menambahkan, bahwa proses Musrenbang yang dimulai dari tingkat desa hingga tingkat kecamatan saat ini, merupakan amanat peraturan perundang-undangan yang harus dilaksanakan sebagai bagian dari proses partisipatif dalam rangka mewujudkan perencanaan pembangunan yang berkualitas, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

“Kemudian juga berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, terdapat urusan konkuren yang dapat dilaksanakan oleh semua level Pemerintahan yang dipisahkan berdasarkan kewenangannya masing-masing, dengan demikian, sinergitas pembangunan mutlak dilakukan agar hasil pembangunan dapat lebih maksimal dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Musrenbang dihadiri oleh unsur Forkopimcam, anggota DPRD Bolmong dapil Passi bersatu, Pimpinan SKPD, Kepala Desa bersama dengan perangkat desa dan BPD se-kecamatan Passi barat, unsur pemuda serta tokoh masyarakat.

Advertorial