BAGIKAN

BOLMONG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumuhan Rakyat (PUPR) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Rabu (01/07/2020). Kunjungan kerja tersebut dipimpin oleh Wakil Menteri PUPR, Jhon Wempi Wetipo, untuk meninjau proyek Bendungan yang ada di Desa Pindol Kecamatan Lolak.

Wakil Menteri (Wamen) PUPR bersama dengan rombongan ini, disambut langsung oleh jajaran Pemkab Bolmong Sekretaris Daerah (Sekda), Tahlis Gallang, para asisten dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sekda Tahlis Gallang menyampaikan, bahwa kunjungan kerja dari Kementerian PUPR ke lokasi pembangunan bendungan Lolak, merupakan bentuk perhatian dari pemerintah pusat yang datang meninjau langsung pembangunan proyek tersebut, agar cepat dimanfaatkan untuk masyarakat.

Sekda Bolmong dampingi Wamen PUPR Tinjau Pembangunan Bendungan Lolak Advertorial Bolmong Headline

Menurut Tahlis, proyek pembangunan bendungan ini sangat besar manfaatnya. Karena selain bermanfaat untuk sarana irigasi pengairan di bidang pertanian, juga bisa dijadikan sebagai objek wisata. “Manfaat dari proyek Bendungan ini sangat besar. Selain untuk sarana irigasi dibidang pertanian, juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana wisata,” ujar Tahlis.

Peninjauan Waduk Pindol yang berjarak sekitar 210 km dari Kota Manado itu, menjadi salah satu agenda kunjungan kerja Wamen PUPR yang sebelumnya sudah dikunjungi oleh Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, pada beberapa waktu lalu.

Bendungan dengan kapasitas daya tampung 16,1 juta kubik ini, memiliki luas area genangan 97,46 hektare. Saat beroperasi akan memasok air irigasi seluas 2.214 hektar, dan mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik, pariwisata, konservasi air dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt.

Pembangunan Bendungan Lolak ini kata Tahlis, merupakan salah satu dari 13 bendungan baru yang kontrak pembangunannya ditanda tangani pada tahun 2015. Ia berharap dengan adanya Bendungan ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan suplai air irigasi pertanian, serta kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang selalu dilanda kekeringan pada saat musim kemarau.

Proyek pembangunan bendungan baru yang dimulai pada 2015 ini terus dipercepat hingga 2021, dari rencana semula tahun 2020, namun terkendala karena adanya wabah virus corona. Kementerian PUPR sepanjang tahun 2015 sampai dengan tahun 2019, sudah membangun 64 bendungan baru, yang terdiri dari 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan (on going) sesuai dengan nawa cita pembangunan mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan air.

Sekda Bolmong dampingi Wamen PUPR Tinjau Pembangunan Bendungan Lolak Advertorial Bolmong Headline

Wakil Menteri PUPR RI, Jhon Wempi Wetipo, saat meninjau pembangunan bendungan tersebut mengatakan, bahwa direncanakan proyek pembangunan bendungan Lolak ini akan rampung tahun 2021, yang sebelumnya ditargetkan pada tahun 2020. Untuk proyek pekerjaannya saat sekarang sudah mencapai 54 persen.

“Target kita proyek pembangunannya selesai pada tahun 2020 ini, namun karena situasi pandemi Covid-19, maka di perpanjang sampai tahun 2021 dan direncanakan akan diresmikan langsung oleh bapak Presiden Joko Widodo,” kata Wempi.

Wakil Menteri PUPR ini juga mengingatkan, meski pembangunannya dipercepat, akan tetapi mutu pekerjaan, serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3) harus tetap dikedepankan.

Kontrak pembangunan Bendungan Lolak dibagi menjadi dua yakni Proyek Bendungan Lolak senilai Rp 830 miliar secara tahun jamak tahun 2015 – 2019 dengan kontraktor PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Terjadi perubahan desain konstruksi bendungan, sehingga dilakukan kontrak Proyek Bendungan Lolak Paket II senilai Rp 821 miliar dengan kontraktor PT PP (Persero) Tbk – PT. Asfhri Putralora (Kerja Sama Operasi/KSO) dengan kontrak tahun jamak 2017 – 2021.

Selain itu, desain Bendungan yang semula menggunakan peta gempa tahun 2004, kemudian diperbarui menggunakan peta gempa tahun 2010. Perubahan mempengaruhi pada lereng untuk sebagai timbunan dengan kemiringan lereng hulu 1:2,5 ditambah berm pada elevasi 110 dan kemiringan lereng hilir 1:2.25 ada penambahan berm pada elevasi 95.

Diketahui sebagai perusahaan konsultan supervisi adalah PT Indra Karya (Persero)-PT Mettana Engineering Consulta-PT Barunadri Engineering Consultant (KSO). Sebagai informasi, selain meninjau proyek pembangunan Bendungan Lolak yang terletak di Desa Pindol, Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo, juga meninjau proyek rehabilitasi bangunan SDN Pindol di Kecamatan Lolak, yang merupakan program Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya.

Bangunan SDN Pindol yang direhabilitasi oleh pihak kementerian adalah Perpustakaan, Musholah dan Tiga Ruang Kegiatan Belajar (RKB). Pembangunan tersebut menelan anggaran kurang lebih Rp 2 miliar yang bersumber dari APBN.

Advertorial