BAGIKAN

BOLMONG – Ada yang menarik saat proses Pemakaman Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Desa Passi 1 (satu) Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Rabu, 24 Juni 2020. Jenazah laki laki yang berumur tujuh tahun itu di makamkan dengan protokol pemakaman jenazah Covid-19. Menariknya, yang menjadi petugas pemakaman adalah sejumlah pejabat daerah dan kecamatan serta dari kepolisian.

Pemakaman yang berlangsung pada pukul 18.30 Wita di lokasi pemakaman keluarga, nampak para pejabat masing-masing Camat Passi Barat, Marif Mokodompit, Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, dr Erman Paputungan, Kapolsek Passi Barat, Kepala Bidang P2P Dinkes, Yusuf Detu dan petugas lain mengunakan APD lengkap untuk melakukan proses pemakaman.

Camat Passi Barat, Marif Mokodompit, mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan sudah merupakan tugas dan tanggung jawab sebagi pelayan masyarakat. Ini juga sekaligus pesan serta edukasi kepada warga, agar tidak perlu takut serta khawatir dengan pemakaman jenazah PDP Covid-19, selama itu mematuhi protokol kesehatan.

“Proses pemakaman ini sudah melalui mediasi dengan keluarga dan dari keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah. Kemudian atas inisiatif sendiri bersama Kapolsek, serta Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Bidang P2P, bersepakat kami yang turun melakukan pemakaman. Ini bagian dari pencerahan kepada masyarakat bahwa berkaitan dengan Covid-19 bukan hal yang menakutkan, selama kita mengikuti protocol kesehatan,” ungkap Mokodompit.

Selain itu, Camat juga mengajak serta mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mematuhi anjuran pemerintah selama masa pandemi Covid-19. “Saya bersama Forkopimca mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam situasi pandemic. Bahwa hal hal yang menakutkan dari Covid-19 ini dengan sendirinya bisa hilang dan kita siap menyambut new normal, dengan selalu menerapkan pola hidup sehat,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, dr Erman Paputungan, mengatakan, pasien yang meninggal dunia merupakan warga Bolmong yang masih berumur 7 (tujuh) tahun. Pasien tersebut meninggal di UGD Rumah Sakit Kandow Rabu (24/6) setelah dirujuk dari Rumah Sakit Monompia Kota Kotamobagu Selasa(23/6). “Pasien adalah pasien rujukan dari rumah sakit Monompia Kotamobagu dengan hasil Rapid reaktif,” terangnya.

Pemakaman jenazah turut disaksikan oleh keluarga almarhum dan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan serta protokol pemakaman, tata cara menguburkan jenazah pasien yang sudah diatur dalam Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 dan edaran Direktoran Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sebelumnya juga Bupati Bolaang Mongondow, Yasti S Mokoagow menyampaikan imbauan kepada masyarakatnya agar tidak mengucilkan atau menolak pemakaman pasien Covd-19. Menurut Yasti dalam agama Islam proses fardu kifayah harus disegerakan dan segera dikerjakan. Tidak boleh diulur ulur atau ada penolakan.

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar jangan mengucilkan atau menolak jika ada pemakaman pasien Covid-19. Kita harus memberikan dukungan dan mendoakan agar mereka yang sakit segera disembuhkan,” Kata Yasti saat menyerahkan bantuan zakat kepada para Imam dan pegawai Syar’I beberapa waktu lalu.

Advertorial