KOTAMOBAGU– Pemerintah Kota Kotamobagu dibawah Kepemimpinan Wali Kota Ir Hj Tatong Bara dan Wakil Wali Kota kembali menoreh prestasi di bidang Kesehatan. Yaitu mendapat penghargaan sebagai Kota STOP BABS/ODF dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Prestasi di penghujung tahun 2020 ini diberika karean Pemerintah Kota Dinilai berhasil menjalankan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Berhasil Jalankan Program STBM, Pemerintah Kotamobagu Dapat Penghargaan dari Kemenkes RI Advertorial

Kepala Dinas Kesehatan dr. Tanty Korompot, mengatakan, Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 tentang STBM, merupakan pendekatan dan paradigma baru pembangunan sanitasi yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku. Dimana, pada bulan oktober lalu telah dilaksanakan penilaian oleh tim verifikasi STBM di Kotamobagu.

Berhasil Jalankan Program STBM, Pemerintah Kotamobagu Dapat Penghargaan dari Kemenkes RI Advertorial

“Kesadaran masyarakat akan sanitasi lingkungan yang baik, menjadi tolak ukur dalam penilaian ini. Alhamdulillah Kotamobagu merupakan salah satu kabupaten/kota yang telah berhasil dalam melaksanakan program STBM sehingga mendapatkan penghargaan sebagai Kota STOP BABS/ODF,” kata Tanty, Jumat (13/11/2020).

Berhasil Jalankan Program STBM, Pemerintah Kotamobagu Dapat Penghargaan dari Kemenkes RI Advertorial

Ia menjelaskan, faktor yang menjadi penentu keberhasilan STBM mencakup 3 komponen penting, yaitu menumbuhkan kebutuhan di masyarakat dengan melakukan pemicuan, ketersediaan pelayanan kebutuhan sanitasi dan lingkungan yang mendukung diperkuat dengan peran perangkat pemerintah daerah hingga ketersediaan penganggaran dalam program STBM.

ll

“Selain mendapatkan penghargaan Kota ODF, pada Penganugerahan STBM Award tahun ini, kita juga mendapatkan penghargaan Kepala Desa dan Kader STBM Terbaik dari Desa Sia serta Kader Sanitarian Terbaik dari PKM Upai,” pungkasnya (ADV)