Ilustrasi barrel bir/pixabay/RonalddeBruijn
Ilustrasi barrel bir/pixabay/RonalddeBruijn

PMnews – Sebuah kecelakaan industri aneh yang menyebabkan bencana terjadi di Tottenham Court Road, St. Giles, London. Pada tahun 1814.

Sebuah pabrik bir Horse Shoe Brewery yang telah berdiri sejak 1764, memproduksi bir dalam skala industri, ribuan barel bir ditampung dibeberapa tangki fermentasi berukuran besar.

Dengan tinggi 6,7 meter, tangki ini bisa menampung sebanyak 3500 barel bir, bahkan di pabrik ini ada tangki fermentasi berukuran raksasa yang bisa menampung 18.000 barel bir.

Baca juga: Iman Lesmana Pede Kalahkan Windri Patilima, Warga Kotamobagu Bilang Begini

Setiap tangki fermentasi diamankan dengan cincin besi besar yang menahan tekanan penumpukan fermentasi agar tangki tidak meledak.

Pada sore hari tanggal 17 Oktober 1814, seorang karyawan bagian gudang George Crick, melihat salah satu cincin dari tangki fermentasi terlepas, namun hal ini dianggap biasa, karena sering terjadi.

Perbaikan tangki fermentasi kemudian dijadwalkan keesokan harinya, namun beberapa saat sesudah penjadwalan, terdengar sebuah ledakan keras dari tangki fermentasi setinggi 6,7 meter.

Baca juga: One Pride MMA ‘A New Sensation’: Windri Patilima vs Iman Lesmana, The Bad Boy Bakal Kasih Kejutan

Ledakan ini memicu efek domino dan menghancurkan tangki-tangki fermentasi lain digudang tersebut, berton-ton gelombang  bir kemudian menyapu pabrik tersebut dan mengalir bergelombang ke gang-gang disekitar pabrik.

Gelombang bir juga membanjiri perkampungan kumuh St. Giles Rookery di dekatnya, karena tidak memiliki sistem drainase yang baik bir bertahan menggenangi daerah itu selama beberap jam.

Daerah terparah yang disapu banjir bir yaitu New Street, sebagian besar korban tewas ditemukan di daerah itu.

Warga miskin yang tinggal di ruang-ruang bawah tanah daerah tersebut adalah yang paling terdampak bencana aneh ini.

Baca juga: Manchester United Geser Posisi Liverpool di Klasemen Liga Inggris

Setelah banjir bir surut, ditemukan delapan warga tewas, sebagian tewas tenggelam karena terperangkap diruang bawah tanah, dan sebagian lagi tertimbun reruntuhan rumah.

Investigasi yang dilakukan pemerintah karena insiden tersebut, akhirnya membebaskan pemilik pabrik dari tuntutan.

Bahkan parlemen Inggris memutuskan pengabaian untuk pajak dari bir yang terbuang tersebut. Tindakan ini dilakukan karena banjir dinyatakan sebagai “tindakan tuhan yang tidak dapat dihindari.”

Disisi lain para korban yang kehilangan nyawa dan orang-orang miskin yang kehilangan harta bendanya, tidak mendapatkan ganti rugi dalam bentuk apapun.

Kini dibekas lahan pabrik tersebut berdiri dengan megah Dominion Theatre yang terkenal.***

 

Artikulli paraprakIman Lesmana Pede Kalahkan Windri Patilima, Warga Kotamobagu Bilang Begini
Artikulli tjetërSatu dari 200 Pria Didunia adalah Keturunan Jenghis Khan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini