BOLSEL – Kasus stunting masih menjadi salah satu masalah di Indonesia. Kondisi tersebut harus segera dientaskan karena akan menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045. Hasil dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan bahwa terjadi penurunan angka stunting berada pada 27,67 persen pada tahun 2019. Walaupun angka stunting ini menurun, namun angka tersebut masih dinilai tinggi, mengingat WHO menargetkan angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen.

Penanganan stunting juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara (Sulut). Laporan dari Dinas Kesehatan setempat, angka stunting di wilayah ini pada tahun 2020 mengalami penurunan. Dari presentasi 18 persen tahun 2019, turun menjadi 14 persen pada tahun 2020. Pemkab Bolsel masih terus berupaya menurunkan angka ini. Di tahun 2021, Pemkab telah menetapkan 32 desa menjadi titik lokus penerapan 8 intervensi konvergensi stunting.

Berdasarkan hal ini, Pemkab memandang perlunya sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten dalam penanganan stunting. Maka dibuatkanlah Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Peran Desa dalam Pencegahan Stunting.

“Salah satu Prioritas Dana Desa adalah Pencegahan Stunting. Sehingga Pemerintah Desa harus mengalokasikan Dana Desa untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi dan mencegah Stunting di Desa,” kata Bupati Bolsel, Hi Iskandar Kamaru Spt pada kegiatan sosialisasi Perbup Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Peran Desa dalam Pencegahan Stunting di Balasi Desa Popodu, Kecamatan Bolaang Uki, Kamis (2/9/2021).

Bupati yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Bolsel, Selpian Kamaru Manoppo, membeberkan isi Perbup kepada peserta sosialisasi yang terdiri atas anggota Pemerintah Desa, TP-PKK Desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa.

Menurut Iskandar, program kegiatan PKK dapat diintegrasikan dengan program kegiatan pemerintah desa dalam pencegahan dan penanganan stunting. KPM juga turut serta memfasilitasi pelaksanaan pencegahan dan penurunan stunting di tingkat desa.

Dikesempatan yang sama, bupati mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memperhatikan asupan gizi kepada bayi. Ia juga mengingatkan kepada semua pihak agar pelaksanaan program pencegahan dan penanganan stunting harus terlaksana dengan baik serta tepat sasaran sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya minta agar kegiatan ini terlaksana dengan lancar, terbangun kerjasama, Koordinasi dan kemitraan yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah desa, PKK dan KPM,” harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan, Asisten I Sekda Bolsel Ramli Abdul Madjid SPd, kepala-kepala OPD, camat dan kepala desa, pengurus TP-PKK dan KPM Kecamatan Bolaang Uki dan Helumo.

Advertorial