KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mengikuti Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2021 bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A). Kegiatan ini belangsung secara virtual.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan, didampingi oleh Seot Sande Dondo, Asisten II Sitti Rafiqah Bora, Asisten III Sofyan Mokoginta, Kadis P3A Virginia Olii, serta pejabat lainnya, mengikuti kegiatan ini dari rumah dinas wali kota.

Kota Layak Anak (KLA) adalah kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, semua terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

“Untuk itu, kita bersama stakeholder yang ada membuat komitmen dalam pemenuhan hak anak di Kota  Kotamobagu,” ujar Sande Dondo

Keberhasilan Program KLA di Kota Kotamobagu telah terbukti dengan mendapatkan Penghargaan Kota Layak Anak kategori Pratama diterima pada tahun 2018 di Kota Surabaya dan 2019 di Kota Makassar. Dan saat ini Kota Kotamobagu sudah memiliki Pusat Informasi Layak Anak (PISA) dan mempunyai Ruang Bermain Ramah Anak.

Selain itu, kebijakan yang berpihak dan memperhatikan hak-hak anak, juga banyak dibuat, mulai dari Peraturan Walikota (Perwako) sampai kepada Perda, juga dengan penyertaan anggaran dalam APBD.

“Dengan demikian diharapkan, program KLA yang digagas oleh Kementerian PPPA RI untuk Tahun 2021 ini Kota Kotamobagu dapat meningkatkan kategorinya dari predikat pratama menjadi madya,” ujarnya.

Penulis: Vikar Embo