MANADO – Pemerintah Kota Kotamobagu bersama Bank Indonesia menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kotamobagu tahun 2021, Selasa (4/5/2021) di Hotel Four Points, Manado. Rapat dipimpin langsung Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulut, Arbonas Hutabarat dan Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara.

Kegiatan ini bertujuan untuk koordinasi dan sinkronisasi kebijakan dalam rangka pengendalian inflasi di Kotamobagu. Menurut wali kota, rapat ini sangat penting, khususnya dalam menyusun kebijakan pengendalian inflasi daerah dengan tetap memperhatikan kebijakan pengendalaian inflasi tingkat provinsi maupun tingkat nasional.

“Upaya pengendalian terhadap inflasi daerah sangat penting dan harus menjadi perhatian kita semua, mengingat tingkat inflasi daerah juga membawa pengaruh terhadap perekonomian daerah, apalagi saat ini kita semua masih menghadapi pandemi Covid-19,” ucap Tatong.

Tahun 2021 ini, lanjut wali kota, Pemerintah Kota melalui sejumlah instansi teknis telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi di daerah.

“Selain terus melakukan peningkatan hasil produksi pertanian, pemerintah daerah juga menggelar pasar murah agar bisa mengendalikan harga bahan pokok terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti saat ini,” ujar Tatong Bara.

Turut hadir di HLM TPID, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan SH, Kepala BPS Kotamobagu Ir Didik Tjahja Winardi, Kepala Perum Bulog Cabang Bolmong Raya, Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu Ir Sande Dodo MT, para asisten Setda, para pimpinan perangkat daerah, dan para camat di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.

Tercatat di BPS, Kota Kotamobagu mengalami Inflasi sebesar 1,31 persen karena adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,50 pada Maret 2021 menjadi 107,89 pada April 2021. Dengan demikian Kota Kotamobagu menempati urutan pertama inflasi secara nasional.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan, dari 90 kota yang dipantau oleh BPS, ada 72 kota yang mengalami inflasi, dan sisanya sebesar 18 kota mengalami penurunan harga (deflasi). 

“Peningkatan inflasi tertinggi yaitu kota Kotamobagu dengan inflasi sebesar 1,31% mom,” kata Setianto dalam konferensi pers daring, Senin (3/5/2021). 

Ia mengungkapkan beberapa komoditas yang mendorong inflasi di Kotamobagu antara lain ikan solihi, ikan cakalang, juga peningkatan harga cabai rawit.

Editor: Vikar Embo