KOTAMOBAGU – Dinas Kesehatan kotamobagu menanggapi soal perempuan penderita gangguan mental atau gangguan jiwa di gogagoman yang di pasung rantai oleh keluarganya.

Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu Dr Tanty Korompot mengatakan, pasien gangguan mental yang bernama Rusni Laiya sebenarnya sudah di tangani beberapakali. Bahkan, kata Tanty, sebelum ia menjabat sebagai kepala Dinas Kesehatan.

“Sebenarnya pasien itu sudah mendapatkan penanganan dari dinas kesehatan beberapa kali pada tahun – tahun yang lalu, baik dari segi edukasi agar penanganan keluarga lebih manusiawi maupun dari segi medis,” ungkap dr Tanty, Rabu (7/4/2021).

Ia mengungkapkan, pasien tersebut sudah sempat di bawa di Rumah Sakit Jiwa untuk mendapatkan penangan yang layak, tetapi belum sampai 2 minggu di rumah sakit jiwa yang ada di Manado, keluarga sudah meminta untuk pulang ke rumah karena persoalan biaya.

“Dinkes Kotamobagu pernah mengutus dan membiayai petugas kesehatan untuk mendampingi pihak keluarga penderita gangguan kejiwaan selama berada di rumah sakit jiwa di Manado,” kata Korompot.

Ia menyayangkan di Kotamobagu sendiri saat ini tidak ada dokter atau perawat spesialis psikiater yang tersedia untuk pelayanan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan.

“Kami sedang berupaya untuk bisa menemukan regulasi yang pas agar di kotamobagu bisa mendirikan rumah sakit jiwa atau minimal klinik kejiwaan,” kata tanty

Menurut Tanty, saat ini di kotamobagu tercatat ada sekitar 7 kasus penderita gangguan kejiwaan yang di pasung oleh keluarga.

“Saya sangat mengharapkan di Kotamobagu ini bisa mendirikan rumah sakit jiwa atau klinik kejiwaan agar para penderita bisa mendapatkan perlakuan yang layak, saat ini dinas kesehatan tetap akan berupaya untuk membantu pasien penderita kejiwaan,” tutupnya.

Penulis: Vikar Embo