Amelia saat melakukan aksinya sambil membawa poster.

KOTAMOBAGU – Camelia Mentu, salah satu tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, yang berstatus tenaga harian lepas (THL), melakukan aksi protes menuntut gajinya selama tiga bulan yang belum dibayarkan pihak RSUD.

Amel, panggilan Camelia, hanyalah salah satu dari puluhan THL yang bernasib sama dengannya, tapi hanya dia yang berani melakukan aksi protes dan menuntut agar hak selama bekerja segera  dibayarkan.

Amel melakukan aksinya pada Senin (12/4/2021) pagi. Dengan membawa poster bertuliskan “Ini rumah sakit pemerintah bukan rumah sakit keluarga”, ia berjalan di halaman RSUD hingga masuk ke ruang kantor RSUD. Di ruangan itu, dia menangis dan terus menyerukan tuntutannya, yakni gaji sebesar Rp1 juta per bulan dihitung sejak Januari hingga Maret 2021.

Yang disesalkan ibu tiga anak ini, dia dan puluhan rekan kerjanya juga diberhentikan dari RSUD yang berada di Kelurahan Pobundayan itu tanpa penjelasan.

Soalan ini dia merasa aneh. Sebab, ia dan rekan lainnya dituntut harus disiplin bekerja sejak awal tahun.

“Setiap tahun para tenaga harian lepas di rumah sakit ini di zolimi, kami yang sudah beberapa tahun mengabdi disini, hari ini dikeluarkan dan diganti dengan orang lain, dan sudah menerima gaji, sedangkan kami sudah tiga bulan sampai hari ini tidak terima gaji,” ujarnya lirih.

Usai melakukan aksinya, Amel kembali ke rumahnya yang berada di Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan sembari berharap haknya segera di bayarkan pihak RSUD karena uang itu sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup ia dan keluarganya.

Pihak RSUD menyatakan ada miskomunikasi terkait hal tersebut. Kepala Bagian Administrasi Umum RSUD Kotamobagu, Hendri Korompot mengatakan pada apel perdana tanggal 6 Januari 2021, bahwa seluruh THL yang terkontrak pada tahun 2020, telah di alihfungsikan menjadi tenaga suka rela tanpa terkecuali.

Menurut Hendri, pihak rumah sakit sendiri sudah memberikan kebebasan bagi THL untuk memilih akan tetap bekerja sebagai suka rela sembari menunggu terbitnya SK yang baru atau berhenti menjadi petugas kesehatan di RSUD.

“Kalau soal THL yang diberhentikan, ya itu karena THL sudah tidak aktif lagi,” katanya.

Penulis: Vikar Embo
Editor: Rahmat Putra