KOTAMOBAGU – Dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya pembangunan gedung-gedung baru di Kota Kotamobagu bakal mengakibatkan lahan pertanian hilang. Mencegah hal ini terjadi, Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Dispertanak) Kotamobagu akan melakukan berbagai cara untuk mempertahankan lahan pertanian di tengah kepadatan penduduk dan pembangunan yang terus berlanjut.

Kepala Dispertarnak kotamobagu Mohammad Yahya mengatakan, besar lahan pertanian yang ada di kotamobagu masih sekitaran 65 persen, itu terbagu atas lahan persawahan sekitar 1600 hektare. Sedangkan lahan perkebunan berkisar 2000 hektare. Sisanya 35 persen terbaik bangunan baik rumah ataupun gedung.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempertahankan lahan pertanian di kotamobagu, nanti akan ada peraturan daerah tentang perlindungan lahan pertanian yang saat ini masi dalam tahap penyelesaian yang nantinya kami akan terapkan aturan tidak bisa mendirikan bangunan di area pertanian,” kata Yahya, Senin (5/4/2021).

Lanjut Yahya, peraturan itu nanti bukan menghalangi pembangunan hanya saja ada konsekwensi yanb diberlakuakn.

“Boleh saja mendirikan bangunan di lahan pertanian tetapi harus diganti tiga kali luas yang terpakai. Rencananya penerapan aturan itu akan kami lakukan secepatnya,” ujarnya.

Menurutnya Yahya, pihaknya akan bekerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mengenai kajian teknisnya.

“Tahun ini, dan itu akan kami lakukan di triwulan kedua,” jelasnya.

Penulis: Vikar Embo