KOTAMOBAGU – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP&KB) Kota Kotamobagu melalui Petugas Pembantu Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan sub PPKBD yang ada di 33 kelurahan/desa di Kotamobagu mulai melakukan pendataan keluarga hari ini, Kamis (1/4/2021).

Kepala Dinas PP&KB Kotamobagu, Ahmad Yani Umar mengatakan, pendataan keluarga itu penting bagi pemerintah dalam menyediakan basis data keluarga untuk intervensi program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) dan juga program pembangunan lainnya. Hal ini untuk kepentingan perencanaan, evaluasi, dan pengukuran kinerja sampai wilayah administrasi terkecil.

“Sehingga semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini dapat bekerja keras serta memiliki semangat dan komitmen untuk mensukseskan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan,” kata Ahmad Yani.

Baca: Razia Toko, Disdagkop & UKM Temukan Dagangan Kedaluwarsa

Menurutnya, pelaksanaan pendataan sesuai undang-undang nomor 52 Tahun 2019 tentang Pengembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, bahwa Pemerintah Daerah wajib mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data dan informasi mengenai kependudukan dan keluarga.
Selain itu, Peraturan Pemerintah nomor 87 tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan, Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga.

“Pelaksanaannya lima tahunan untuk mendapatkan data keluarga Indonesia. Seharusnya pendataan ini dilaksanakan sejak tahun 2020, namun karena adanya pandemi sehingga ditunda pelaksanaan dan pembiayaannya. Nanti baru bisa dilaksanakan pada tahun 2021 ini serentak mulai dari awal April hingga akhir bulan Mei di seluruh wilayah Indonesia,” kata mantan Kepala Diskominfo Kotamobagu ini.

Sementara itu, sesuai dengan surat keputusan wali kota Kotmobagu tentang tim pendataan keluarga berencana tahun 2021, setiap camat ditunjuk sebagai manajer kecamatan, sedangkan lurah dan kepala desa ditunjuk sebagai manajer sesuai wilayahnya di kelurahan dan desa masing-masing.

“Selain pendataan juga melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi serta penyuluhan program Bangga Kencana kepada keluarga di lingkungannya,” jelasnya.

Melalui program ini Yani berharap akan mendapatkan data keluarga yang akurat, valid, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui proses pengumpulan, pengolahan, penyajian, penyimpanan serta pemanfaatan data dan informasi kependudukan dan keluarga.

“Kegiatan ini dilaksanakan melalui sensus, survei dan pendataan keluarga. Kegiatan juga tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” kata Ahmad Yani sembari mengungkapkan jumlah kartu keluarga (KK) yang akan di data saat ini sebanyak 33.579.

Penulis: Vikar Embo