KOTAMOBAGU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kotamobagu masih menunggu putusan resmi Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mendirikan pos operasi larangan mudik menjelang Idul Fitri 1442 H. Informasi ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian, Pengawasan dan Operasional, Dishub Kotamobagu, Berti Stenli Wowiling, Jumat (30/4/2021).

Menurut Stenli, titik pendirian posko larangan mudik telah dibahas dalam rapat lintas sektoral yang di pimpin oleh Kapolda Sulawesi Utara secara virtual pada hari Kamis (29/4/2021) kemarin di lobi Mapolres kotamobagu.

“Kemarin kita ikut rapat di Mapolres. Kita membahas terkait surat edaran ketua Satgas Covid-19 nasional tentang peniadaan mudik lebaran dan juga titik-titik yang akan di tetapkan untuk mendirikan posko penyekatan mudik lebaran,” kata dia.

Posko penyekatan larangan mudik yang menjadi prioritas dan telah ditetapkan oleh Kapolda, yakni berada diantara Provinsi Sulut dan Gorontalo, dan akan di mulai pada tanggal 5 Mei hingga 17 Mei 2021,

“Yang jadi prioritas untuk pendirian posko penyekatan larangan mudik itu berada di wilayah Bolaang Mongondow Utara dan Bolaang Mongondow Selatan saja. Jadi, mulai dari tanggal 5 mei nanti sudah tidak bisa lagi warga Sulut ke Gorontalo atau sebaliknya,” ungkap dia.

“Untuk teknis soal posko larangan mudik di daerah itu di mkembalikan ke pemerintah daerah masing-masing. Nanti kita dalam waktu dekat ini akan ada rapat terkait operasi ketupat bersama Pemkot dan juga Satlantas. Nanti akan sekalian kita bahas bersama soal ini juga. Kalau untuk ASN larangan mudik dan cuti sudah diberlakukan dan wajib dipatuhi,” lanjut Stenli.

Penulis: Vikar Embo