KOTAMOBAGU – Pernyataan Menteri Sosial pada perayaan HUT ke-19 Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Pangandaran, Jawa Barat pekan lalu yang menyatakan bahwa sudah tidak ada lagi anggaran untuk Bantuan Sosial Tunai (BST) mengundang reaksi dari Dinas Sosial Kota Kotamobagu.

Dinas Sosial Kota Kotamobagu masih menunggu kepastian dari Kementerian Sosial terkait situasi BST yang mungkin mungkin tidak akan di perpanjang.

“Kami belum bisa memastikan apakah BST hanya sampai bulan April ataukah masih akan berlanjut karena masih belum resmi juga kan? Jadi, kami dari dinas sendiri masih menunggu surat lanjutan dari kementerian,” kata Kepala seksi Identifikasi dan Pendataan Dinsos Kotamobagu, Sandy Farianto, senin (05/04/2021).

Rencana Kementrian Sosial tidak akan memperpanjang BST menurut Sandy, karena situasi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini bergerak ke skala mikro.

Sandy juga mengatakan, meskipun Kementrian Sosial belum secara resmi menetapkan untuk tidak memeperpanjang BST tetapi berdasarkan pernyataan Menteri Sosial itu, maka Dinsos Kotamobagu mengharapkan BST tetap akan di perpanjang minimal hingga akhir tahun ini.

“Ya, kami dari Dinas Sosial tetap berharap untuk Bantuan Sosial akan tetap di perpanjang minimal hingga pada bulan desember” tutupnya.

Sebelumnya, pernyataan Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial Sonny W Manalu mengatakan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial hanya disiapkan sampai April 2021. Dana sebesar total Rp12 triliun disalurkan setiap bulan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (PKM) selama empat bulan, sejak awal Tahun 2021.

Per-PKM menerima bantuan tunai sebesar Rp300.000 setiap bulannya sampai April 2021. Penyaluran BST dilakukan oleh PT Pos Indonesia.

Penulis: Vikar Embo