BOLSEL – Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Suja Alamri SPd membuka acara Bimtek Pengelolaan Simpul Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) di Balai Desa Popodu Kecamatan Bolaang Uki, Selasa (6/4/2021). Suja mewakili Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru yang belum berkesempatan hadir.

Ditengah sambutan pembukaan, Suja menekankan, sebagaimana program Pemkab Bolsel yang digagas bupati dan Wabup Bolsel, Iskandar Kamaru dan Deddy Abdul Hamid, sejalan dengan kegiatan JIKN sehingga kedua top leader itu sangat mendukung Bimtek yang dimaksud.

“Beliau berdua sangat mengapresiasi kegiatan ini guna meningkatkan jaringan informasi kearsipan di masing-masing OPD agar semua kegiatan yang dilakukan oleh OPD dari kontrak kerja pihak ketiga dan lain sebagainya bisa tertata dengan baik,” ucapnya.

Alamri yang didampingi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bolsel I wayan Sukiastana dan Selly Mengko SE ME selaku perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan kearsipan Provinsi Sulawesi Utara, meminta peserta Bimtek yang merupakan perwakilan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bolsel, untuk memanfaatkan materi selama kegiatan berlangsung.

“Semoga peserta yang mengikuti kegiatan ini bisa memanfaatkan dengan baik Bimtek ini untuk memudahkan pengarsipan kedepan nanti,” harapnya.

Dilansir dari situs arsip nasional, JIKN merupakan sistem jaringan informasi dan sarana pelayanan informasi arsip dinamis dan statis secara nasional memiliki tujuan mewujudkan layanan arsip dinamis dan statis sebagai memori kolektif Bangsa Indonesia secara lengkap, cepat, tepat, mudah dan murah. Untuk menyajikan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan kepada publik.

JIKN juga memiliki peran penting dalam konteks negara kesatuan, yakni sebagai sarana bantu penyatuan riwayat dokumenter yang terpisah-pisah atau terpecah-pecah (fragmented documentary history) di antara para penyelenggara kearsipan seluruh Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki banyak propinsi dan kabupaten/kota, menghadapi tantangan, yaitu banyak arsip yang merekam saat ini dan sejarah masa lampau mengenai suatu subjek tertentu, tetapi mungkin disimpan oleh penyelenggara kearsipan yang tersebar lintas yurisdiksi dan geografi sebagai akibat dari perubahan-perubahan dan pergeseran-pergeseran pemerintahan. Karena sulit untuk menyatukan bahan-bahan tersebut secara fisik, mengingat tersebar lintas yurisdiksi dan geografi yang berbeda, maka JIKN yang berbasis teknologi menawarkan suatu solusi dalam rangka menciptakan memori virtual secara nasional.

Sejumlah kepala OPD turut hadir dalam Bimtek Pengelolaan Simpul JIKN ini.