KOTAMOBAGU – Seorang perempuan berusia 41 tahun dipasung rantai keluarganya karena mengalami gangguan mental atau gangguan jiwa selama 5 tahun. Warga Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu ini terpaksa dipasung karena sering berbuat onar di lingkungan sekitar, seperti melempari rumah warga atau merusak fasilitas masjid setempat.

Sebelumnya, wanita yang biasa disapa Rusni ini hidup normal bersama keluarga sewaktu hamil anak pertamanya. Namun, setelah kelahiran anak pertama, kondisi kejiwaanya mulai berubah dikarenakan kondisi rumah tangganya yang retak karena sang suami yang kerjanya hanya mabuk dan berjudi. Kondisinya kian parah setelah suaminya meninggalkan dirinya.

Keluarga Rusni telah berusaha melakukan pengobatan terhadapnya, namun segala upaya tidak membuahkan hasil.

Ibu Rusni, Halima Yusuf berharap pemerintah turun tangan untuk membantu penanganan medis yang layak untuk anaknya.

“Kami juga selaku keluarga sudah beberapa kali membawanya untuk berobat, tetapi tidak ada perubahan kondisi kejiwaannya. Ada juga beberapa kali kunjungan dari dinas terkait, tapi hanya sekadar memberikan obat saja,” ucap Halima.

Selasa, (6/4/2021), Lurah Gogagoman, Hendra Manoppo mengunjungi rumah keluarga Rusni Laiya. Hendra mengaku baru mengetahui kondisi Rusni yang menderita gangguan jiwa di rantai keluarganya selama kurang lebih 5 tahun terakhir.

“Sudah 2 tahun saya menjabat sebagai lurah disini tapi tidak ada informasi soal Rusni, RT setempat tidak pernah memberitahukan kepada saya soal ini,” katanya.

Meski begitu, ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu warganya supaya bisa mendapatkan penanganan yang layak dari dinas terkait.

Penulis: Vikar Embo