BOLMONG – Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Rio Lombone, mengatakan, bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2020, telah selesai di evaluasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut).

Rio menyampaikan, bahwa saat ini dokumen APBD Perubahan tersebut tengah disesuaikan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bolmong sebagaimana catatan dalam evaluasi yang digelar.

“Tahapan evaluasi bersama dengan Pemprov sudah selesai dilaksanakan pekan lalu. Saat ini kami akan melakukan penyesuaian hasil evaluasi itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan yang tidak masuk dalam APBD Perubahan bisa dilakukan proses pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM) dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sedangkan untuk kegiatan yang sudah tertata di APBD Perubahan kata Rio, harus menunggu SPD triwulan empat. Karena masih menunggu tahapan penomoran.

“Kalau kegiatan yang tertata dalam APBD Perubahan, maka harus menunggu SPD triwulan empat. Penerbitan SPD ini menunggu tahapan penomoran hingga DPA masing-masing OPD yang selesai ditandatangani oleh TAPD,” ungkap Lombone.

Diketahui, dalam APBD Perubahan tahun 2020 tidak banyak perubahan yang dilakukan. Hanya penyesuaian masuknya Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp14,9 miliar atas pengelolaan keuangan Pemkab Bolmong dalam rangka pandemi Covid-19 yang diberikan oleh pemerintah pusat.

DID yang didapatkan oleh Pemkab Bolmong ini, merupakan apresiasi dari pemerintah pusat atas penataan, pemanfaatan hingga pelaporan refocusing anggaran. Khususnya terkait dengan percepatan penanganan Covid-19.

Sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 87/pmk.07/2020 tentang pengelolaan DID tambahan tahun anggaran 2020.