BOLMONG – Kabar baik bagi seluruh penambang yang ada di Kecamatan Lolayan khususnya dan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) umumnya. Pasalnya, lokasi tambang Potolo yang berada di wilayah Desa Tanoyan dan lokasi Monsi di wilayah Desa Mopait, Kecamatan Lolayan akan dijadikan sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, pada kunjungan kerjanya di Desa Tanoyan Utara dan Desa Tanoyan Selatan, Rabu (17/06/2020).

Yasti menyampaikan, bahwa pihaknya telah mengusulkan dua wilayah pertambangan yang ada di Kecamatan Lolayan untuk dijadikan sebagai WPR.

“Ada dua wilayah yang ada di Kecamatan Lolayan yang kami usulkan menjadi wilayah pertambangan rakyat, yaitu wilayah yang ada di Potolo dan Monsi,” ungkap Yasti.

Menurut Yasti, kenapa dua wilayah ini diusulkan jadi WPR, karena kewenangannya ada pada Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Bapak Olly Dondokambey.

“Kami mengusulkan kepada Gubernur dan Gubernur yang menetapkan menjadi WPR. Dari WPR ini, kemudian kita usulkan IPR (ijin pertambangan rakyat),” kata Yasti.

Untuk wilayah pertambangan rakyat ini jelas Yasti, ada BUMD (badan usaha milik daerah) yang akan menampung semua masyarakat penambang. Dan yang menjadi prioritas adalah masyarakat yang ada di wilayah lingkar tambang.

“Di wilayah WPR ini, nantinya ada BUMD yang akan menampung semua masyarakat. Kami memprioritaskan masyarakat yang ada di Desa Tanoyan Utara dan Tanoyan Selatan bergiat di WPR itu,” ungkap Yasti, di hadapan masyarakat Tanoyan.

Bupati berharap semoga WPR ini secepatnya akan ditetapkan oleh Gubernur. “Nanti Insya Allah, kalau kita sudah dapat solusi terbaik, maka pak Gubernur akan segera menerbitkan ijin tersebut,” pungkas Yasti.