BOLMONG – Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, melantik sejumlah Pejabat Struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong).

Pengambilan sumpah, pelantikan dan pengukuhan serta serah terima jabatan Pejabat Struktural tersebut, berlangsung di halaman kantor Bupati Pemkab Bolmong, Senin (08/06/2020).

Adapun pejabat struktural yang diambil sumpah dan dilantik oleh Bupati Yasti, masing-masing adalah

1. Harry Damopolii, S.STP. Jabatan lama, Kabid Penagihan dan Keberatan Badan Keuangan Dearah (BKD). Jabatan baru, Camat Bolaang.

2. Tri Asmara Akub, SH, MH. Jabatan lama, Kasubag Bantuan Hukum dan Ham Bagian Hukum dan Ham Setda Bolmong. Jabatan baru, Kepala Bagian (Kabag) Hukum dan HAM Setda Bolmong

3. Ria Rafika Manoppo, SIP. Jabatan lama, Kasi Diklat Kompetensi Inti BKPP Bolmong. Jabatan baru, Kepala Bidang Penagihan dan Keberatan Badan Keuangan Dearah (BKD).

4. Gia Lestari Mongilong. Jabatan lama, pelaksana pada BKPP Bolmong. Jabatan baru, Kasi Diklat Kompetensi Inti BKPP Bolmong

5. Julianti Tongkasi. Jabatan lama, Plt. Kasubag program, keuangan dan pelaporan Dinas Perkebunan. Jabatan baru, Pj. Kasubag program, keuangan dan pelaporan Dinas Perkebunan

6. Adrian Fiski Oday, SH. Jabatan lama, pelaksana pada Bagian Hukum dan HAM Setda Bolmong. Jabatan baru, Kasubag Bantuan Hukum dan HAM Bagian Hukum dan Ham Setda Bolmong.

7. Aswanto Gobel. Jabatan lama, Camat Bolaang. Jabatan baru, diperbantukan pada Setda Bolmong.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, agar setelah pelantikan ini, secepatnya segera laksanakan serah terima Aset yang ada di masing-masing perangkat daerah, dan peliharalah dengan baik Aset tersebut agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

“Dalam pelaksanaan mutasi jabatan kali ini, ada yang pengisian jabatan kosong dan ada yang dipindahkan ke jabatan lain yang setara, serta ada yang turun jabatan. Saya ingin menyampaikan, bahwa mutasi kali ini adalah hasil evaluasi kinerja dari ibu-bapak sekalian,” ungkap Yasti.

Bupati meminta kepada pejabat yang baru dilantik, harus bisa mensosialisasikan Visi Pemerintah dalam hal percepatan pembangunan, terlebih lagi tahun ini merupakan tahun pesta Demokrasi di provinsi Sulawesi Utara. Sehingga saya minta ASN jangan sampai terprovokasi atau memprovokasi masyarakat, serta tetap searah dengan kebijakan dan Visi pembangunan saat ini.

“Terakhir, kembali saya ingatkan untuk tidak bersikap Otoriter, apalagi sampai memotong dan mengambil hak bawahan. Jika ada pejabat yang suka memotong dan mengambil hak bawahan, maka laporkan kepada saya. Berikanlah sesuai dengan haknya masing-masing,” tandas Yasti.