KOTAMOBAGU – Pandemi COVID-19 masih menjadi momok menakutkan bagi manusia di dunia.

Belum adanya vaksin, menjadi kekhawatiran banyak orang terhadap salah satu jenis Virus Corona ini.

Namun fakta yang terjadi, banyak pasien yang sembuh dari COVID-19 hanya dengan mengkonsumsi vitamin sebagai suplemen menjaga daya tahan tubuh.

Seperti pasien terkonfirmasi positif berdasarkan hasil Swab Tes di Kotamobagu. Dari total pasien positif COVID-19 yang tadinya sebanyak 10 orang, kini menjadi Nol atau seluruhnya dinyatakan sembuh.

Meski demikian, COVID-19 jangan disepelekan. Sebab, virus ini bisa sangat berbahaya jika pasien yang positif memiliki riwayat penyakit penyerta.

Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu, dr Tanty Korompot mengungkapkan, sembuh tidaknya pasien positif COVID-19, tergantung imunitas tubuh pasien itu sendiri.

“Virus itu tergantung daya tahan tubuh. Tidak bisa diobat dengan antibiotik, kecuali ada infeksi lain. Yang paling utama adalah daya tahan tubuh,” ujar Korompot saat diwawancarai saat menggelar konferensi pers, Selasa (2/5/20).

Lajut Korompot, pasien yang sembuh saat dilakukan perawatan di ruangan isolasi, intens diberikan suplemen dan multivitamin, serta dorongan dan motivasi untuk sembuh sebagai cara menghindari pasien stres.

“Namun, bagi mereka (pasien) yang masuk kategori PDP dan memiliki keluhan sakit, kami lakukan intervensi dengan obat-obatan sesuai dengan indikasi. Contohnya, pasien mengalami asma, kami memberikan obat asma. Intinya vitamin untuk menjaga tahan tubuh. Dan Alhamdulillah, bisa sembuh karena daya tahan tubuh mereka terus dijaga,” ujarnya.

Korompot menambahkan, program peningkatan daya tahan tubuh memang sudah direncanakan sejak sebelum COVID-19 muncul.

“Sebelum COVID-19 muncul, kami dari pihak Dinas Kesehatan dan RSUD Kotamobagu, sudah merencanakan program pemberian vitamin, suplemen yang tujuannya meningkatkan daya tahan tubuh. Tak hanya pasien, melainkan seluruh tenaga medis harus diberikan vitamin agar imunitas tubuh mereka terjaga,” pungkasnya.