BOLMONG – Perkumpulan Mahasiswa Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) bergotong royong membantu keluarga pasien positif Covid-19. Para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini, secara spontan dan ikhlas menyisihkan sebagian uang jajannya untuk membantu keluarga pasien.

Selain itu, adik-adik Mahasiswa ini secara sukarela mengumpulkan bantuan kebutuhan pokok, guna membantu meringankan beban serta musibah yang dialami oleh keluarga tersebut.

Menurut Mahasiswa yang sedang kuliah di salah satu Universitas Gorontalo, Taufik Aljumasi Passi, mengatakan, bahwa gerakan aksi peduli ini merupakan inisiatif mereka masing-masing, sebagai bentuk dukungan moril kepada keluarga pasien.

“Bantuan yang kami kumpulkan adalah beras, telur dan bahan pokok lainnya, serta sejumlah uang,” ujar Taufik, usai mengantarkan bantuan bersama teman-temannya di kediaman salah satu tenaga kesehatan (Nakes) yang menjadi perantara untuk mengantarkan bantuan kepada keluarga pasien.

Ia berharap, aksi kepedulian mereka ini, dapat menjadi motivasi bagi masyarakat sekitar. Untuk turut serta memberikan dukungan moril maupun materil kepada keluarga pasien.

“Mereka sedang diuji, sudah selayaknya kita sesama warga desa memberikan support serta doa. Mereka tidak boleh dikucilkan, karena penyakit ini bukan aib. Kita harus saling menguatkan, bukan malah menjauhi mereka,” ujar Apik, panggilan akrab.

Sementara itu, bidan desa yang merupakan tenaga kesehatan di Puskemas Tungoi, Suprihatin, saat menerima bantuan untuk keluarga pasien, memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan oleh Mahasiswa. Selain ini sebagai bentuk kepedulian, juga menghapus stigma negatif yang menempel pada pribadi seorang pasien positif Covid-19 dan keluarganya.

“Luar biasa antusias mahasiswa Mopait menyikapi kasus covid-19. Mereka yang belum punya penghasilan tetap, namun bisa menyisihkan uang jajannya untuk membantu keluarga yang tedampak covid,” ungkapnya.

Karena para mahasiswa ini kata Suprihatin, tau persis keberadaan keluarga pasien ini, yaitu seorang janda yang hidup mengharapkan rejeki dari anaknya yang saat sekarang sedang dalam perawatan di RSUD Datoe Binangkang Lolak, akibat terpapar covid-19.

Selain itu kata dia, keluarga tersebut kini berstatus orang dalam pemantauan (ODP) sehingga harus melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan tenaga medis.

“Agar mental keluarga mereka tidak down, supaya fokus dalam penyembuhan dan berdoa semoga pandemi ini segera berakhir,” tuturnya.

Diketahui pada 9 Juni 2020, Jubir tim gugus tugas penanganan Covid-19 Pemkab Bolmong, dr Debby Kulo, mengumumkan penambahan kasus positif di Bolmong. Pasien 520, laki-laki, umur 22 Tahun yang berdomisili di Kecamatan Lolayan. Saat ini sementara menjalani perawatan di rumah sakit Datoe Binangkang Lolak.

Sebagai informasi juga, Tim gugus tugas Kabupaten langsung melakukan tracking kepada keluarga pasien yang kontak erat resiko tinggi (KERT). Dari hasil tracking tersebut, ditemukan tiga orang anggota keluarga yang KERT dengan pasien dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, serta akan ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel swab.