KOTAMOBAGU– Bisnis bahan baku kemiri di Kotamobagu merupakan salah satu jenis usaha yang terbilang cukup menjanjikan. Banyak rumah tangga petani yang melirik usaha ini sebagai sumber pendapatan dan pemenuhan ekonomi keluarga.

Bisnis Jual beli kemiri ini memang menjadi salah satu alternatif agribisnis menjanjikan. Harganya yang relatif mahal di pasaran membuat bahan baku ini menjadi incaran para produsen. Ada banyak penampung kemiri kupas juga kulit kemiri yang dimanfaatkan untuk berbagai industri.

Seperti di Kelurahan Mongkonai Kecamatan Kotamobagu Barat, kegiatan pengolahan kemiri tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha, namun juga mempu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, karena proses pengolahannya memerlukan tenaga untuk merebus, mengeringkan dan memecahkan cangkang.

“Dalam satu kilo gram itu mereka kami bayar Rp1.500. Nah dalam sehari itu biasanya mereka mampu mengupas kulit kemiri lebih dari 50 hingga 70 Kg,” ungkap Daeng, salah pengusaha kemiri di Kelurahan Mongkonai.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan tanaman pangan dan Holtikultura Ramjan Mokoginta menambahkan, usaha tersebut menunjukan bahwa pengolahan kamiri selain menciptakan lapangan kerja juga memberikan nilai tambah dan berimplikasi pada penambahan pendapatan petani juga memberikan alternatif penghasilan bagi rumah tangga petani pengolah kemiri.

“Nah tentu juga itu menunjukan bahwa proses perbaikan penghidupan petani kecil dapat dilakukan ketika ada kemauan dan keterampilan untuk melakukan pengolahan terhadap produk pertanian yang dihasilkan seperti kemiri ini,” tambahnya