KOTAMOBAGU – Sulawesi Utara menjadi salah satu wilayah Indonesia dengan transmisi lokal Covid-19 atau Virus Corona. Pemkot Kotamobagu pun, kini menaikan status siaga darurat ke tanggap darurat.

Selain meminta masyarakat untuk tetap mengikuti protokol keamanan dan keselamatan, Pemerintah Kotamobagu juga memperketat penjagaan di sejumlah perbatasan.

Tindakan pencegahan dengan melakukan penjagaan ketat pintu masuk Kotamobagu itu, mulai berlangsung sejak tanggal 9 April hingga 21 April 2020.

Keterangan tersebut sesuatu yang tertulis dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara.

Isi surat tersebut, penjagaan dilakukan di titik perbatasan Desa Kopandakan II dan Desa Tungoi, serta jalan akses masuk dari Desa Lobong dalam waktu 1×24 jam.

Berikut 4 poin yang dikutip dari surat edaran Wali Kota Kotamobagu tersebut.

a. Pukul 06.00 s/d 18.00 wita, setiap orang atau kendaraan yang melintas ke wilayah Kotamobagu wajib diberhentikan oleh pihak berwenang dan dilakukan pemeriksaan kesehatan.

b. Pukul 18.00 s/d 06.00 wita, dilakukan kegiatan lanjutan pemeriksaan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19, berupa pembatasan mobilitas angkutan orang yang melintasi wilayah Kota Kotamobagu, terkecuali angkutan logistik, kesehatan dan petugas keamanan.

c. Dalam proses pemeriksaan kendaraan angkutan orang yang akan memasuki wilayah Kotamobagu, setiap pengemudi dan penumpang wajib menggunakan masker dan pembatasan jumlah penumpang per angkutan, 6 orang sudah termasuk sopir/pengemudi.

d. Melarang masyarakat yang bukan pemudik atau berdomisili di Bolaang Mongondow Raya untuk masuk di wilayah Kotamobagu.