BOLMONG – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow dalam rangka Pengucapan Sumpah dan Pelantikan pimpinan DPRD Bolmong periode 2019-2024, diwarnai hujan interupsi.

Rapat Paripurna ini, sempat terhenti dikarenakan beberapa interupsi dari anggota dewan, hingga akhirnya memicu perdebatan antar legislator, Kamis (24/10/2019).

Pantauan PotalMongondow.com, usai pengambilan sumpah dan janji kepada pimpinan DPRD. Ketua dan Wakil Ketua yang baru saja dilantik langsung mengambil tempat dikursi pimpinan. Ketua DPRD Welty Komaling saat ingin menutup, interupsi sudah mulai bermunculan.

Interupsi pertama datang dari anggota DPRD dari Partai PKB, Supandri Damogalad. Dirinya menyampaikan, kepada pihak pemerintah, agar memperhatikan sektor pendidikan. Terkait para siswa-siswi yang kurang mampu, agar di fasilitasi dengan mobil Bus Sekolah.

Menurutnya, jika Pemkab Bolmong menyediakan mobil Bus khusus ASN bagi PNS yang berdomisili di Kotamobagu. Kenapa tidak anak-anak Sekolah juga yang ada di wilayah Bolmong di fasilitasi dengan Mobil Bus khusus untuk anak Sekolah.

Interupsi kedua, disampaikan oleh Febrianto Tangahu dari Partai Nasdem. Ia menyampaikan terkait aspirasi dari masyarakat yang ada di lingkar tambang PT. JRBM di Desa Bakan Kecamatan Lolayan. Dirinya meminta kepada pemerintah agar tidak memberikan rekomendasi terkait perluasan wilayah PT. JRBM di Lokasi jalina, tapak gale dan tulopan. Karena itu satu-satunya hutan penyangga. Dan terlalu dekat dengan pemukiman warga

Kemudian ditanggapi oleh, anggota DPRD dari PDIP Masud Lauma dan Marten Tangkere dari Partai Golkar. Menurut Marten Tangkere, karena masukkan dari beberapa anggota DPRD tadi menyangkut teknis, maka sebaiknya nanti dibahas setelah Alat Kelengkapan Dewan (AKD) terbentuk.

Sementara itu, Muhammad Syahrudin Mokoagow dari Partai PKS, menyampaikan agar sesudah paripurna pelantikan Pimpinan, dilanjutkan dengan pembahasan AKD. Menurutnya, AKD harus secepatnya terbentuk. “Biar nanti sesudah paripurna ini, kemudian masing-masing fraksi langsung mengusulkan nama-nama di AKD,” tandasnya.

Hingga berita ini naik Lobi-lobi untuk Alat Kelengkapan Dewan masih sementara berlanjut. Dari informasi yang di dapat, dari 6 Fraksi yang ada. Semuanya sudah memasukkan nama-nama.