Cacah jiwa atau lebih dikenal dengan Sensus Penduduk adalah sebuah proses mendapatkan informasi deskriptif tentang anggota sebuah populasi manusia. Di Indonesia, Sensus Penduduk pada umumnya dilaksanakan dalam jangka waktu sepuluh tahun.

Pada tahun 2020 mendatang, Indonesia akan melaksanakan Sensus Penduduk yang ketujuh kalinya. Berbeda dengan sensus sebelumnya, Badan Pusat Statistik selaku instansi penyelenggara menggunakan Combined Method (metode kombinasi).

Dengan Metode Kombinasi ini, data administrasi yang tersedia pada di Instansi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, akan dikombinasikan dengan pencacahan lapangan, baik melalui pendataan mandiri (Sensus Penduduk Online) maupun door-to-door.

Didalam sensus penduduk, pencacahan dilakukan terhadap seluruh penduduk yang berdomisili di wilayah teritorial Indonesia termasuk warga negara asing. Hal ini tentunya berlaku bagi warga Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara.

Data “Kotamobagu Dalam Angka Tahun 2019” yang dirilis BPS, penduduk Kota Kotamobagu berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2018 sebanyak 125.835 jiwa. Angka ini terdiri atas 63.976 jiwa penduduk laki-laki dan 61.859 jiwa penduduk perempuan. Jika dihitung saat ini, angka ini tentunya akan berbeda.

Jika melihat jauh kebelakang, pada tahun 2010 atau saat dilaksanakannya Sensus Penduduk keenam, penduduk kotamobagu seluruhnya berjumlah 107.459 jiwa. Dengan rincian masing-masing kecamatan, yakni Kecamatan Kotamobagu Timur berjumlah 26.335 jiwa, Kecamatan Kotamobagu Selatan berjumlah 28.030 jiwa, Kecamatan Kotamobagu Barat berjumlah 37.678 jiwa, dan Kecamatan Kotamobagu Utara berjumlah 15.396 jiwa.

Diketahui, Sensus Penduduk di Indonesia diambil pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000. Dua sensus diambil oleh pemerintah Hindia Belanda, yakni pada tahun 1920 dan 1930. Sementara hasil Sensus Penduduk pada tahun 2010 oleh BPS, diumumkan pada tanggal 17 Agustus 2010.

Editor: Rahmat Putra Kadullah