PKH akan mulai
Kepala Dinas Sosial Kotamobagu, Muljadi Suratinoyo

KOTAMOBAGU- Kotamobagu dan sejumlah wilayah lain di Bolaang Mongondow Raya mengalami kemarau sejak beberapa bulan terakhir.

Hal ini dikhawatirkan akan berpengaruh pada hasil panen padi milik petani di Kotamobagu.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu pun melakukan antisipasi meskipun belum adanya indikasi gagal panen akibat kemarau panjang terjadi.

Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Dipertanak) saat ini tengah mengusulkan permintaan pompa air untuk menggenangi 103 hektar lahan persawahan.

“Tetap kita antisipasi, meskipun memang sejauh ini belum ada yang gagal panen atau mulai mengarah ke situ. Kita usulkan pompa air sebanyak Sembilan alat, nantinya ini akan dibagikan ke Sembilan kelompok tani sawah,” ungkapsawah Kepala Dispertanak, Muljadi Surotenojo.

Dokumen usulan Sembilan pompa air itu, tengah disiapkan.

“Kemarin ada pertemuan dengan Dinas Pertanian Provinsi, mereka minta kita mengusulkan pompa air untuk mengantisipasi. Sehingga saat ini kita siapkan, ada Sembilan kelompok yang akan mendapatkan bantuan dengan jumlah lahan mencapai 103 hektar,” ujarnya.

Diketahui saat ini Kotamobagu memiliki luas lahan persawahan mencapai 1691 hektar, dengan jumlah produksi hingga bulan Agustus mencapai 17.063 ton. Adapun lumbung beras Kotamobagu terletak di wilayah Kecamatan Kotamobagu selatan dengan luas persawahan 1002 hektar.