KOTAMOBAGU – Pemuda asal Kelurahan Motoboi Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan, Akbar Damopolii, berhasil mengembangkan tanaman Kakao.

Menurut Akbar, ia mulai mengembangkan tanaman Kakao sejak duduk dibangku SMA kelas 1 dengan luas lahan 1 (Satu) hektar.

“Dalam setiap panen rata-rata 200 kilo gram, dengan lahan hampir satu hektar, ” kata Akbar

Lanjutnya, tanaman kakao miliknya kurang lebih 700 pohon. Ia menargetkan, produksi kakao miliknya mencapai satu ton.

“Untuk jenis Kakao Mcc02 dan Sulawesi 2. Jenis klon ini banyak diminati petani, karena kestabilan produksi bibit dan cocok dengan iklim yang ada disini, ” ujarnya.

Dalam sekali panen, Akbar mengatakan bisa mendapatkan hasil jutaan rupiah.

“Kendalanya harga kakao tidak stabil sering naik turun. Saya jual melalui pengepul dengan harga 1 Kilogram 24 ribu untuk harga coklat curah. Sementara untuk coklat yang sudah di fermentase harganya mencapai 35 ribu per kilogram,” katanya.

Akbar berharap, Pemerintah bisa menjaga harga pasar.

“Harapan kami harga kakao ini minimal stabil dan tidak di permainkan para pengepul, ” pungkasnya.