KOTAMOBAGU- Setiap bulan Ramadan, Kotamobagu dikenal dengan kota seribu lampu. Menjelang lebaran Idul Fitri, setiap jalan dipasangkan berbagai lampu hias hingga lampu tradisional yang disebut (Monuntul).

Hal ini pun menjadi pilihan wisata masyarakat di malam hari. Banyak masyarakat mengabadikan foto dengan latar lampu yang dibuat mirip terowongan.

Seperti di Kelurahan Matali, Kotamobagu Timur. Sepanjang jalan, terang dengan kerlap kerlip lampu hias.

Menurut Lurah Matali, Tofan Simbala, pemasangan lampu hias sudah menjadi ketentuan pemerintah Kotamobagu setiap bulan Ramadan.

Di Matali sendiri, dipasang dengan bentuk yang lebih indah, agar bisa menarik perhatian masyarakat yang melintasi jalan tersebut.

“Konsepnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun untuk tahun ini, jalan besar yang kami pasang lampu mirip terowongan. Sedangkan di lorong-lorong tetap dipasang lampu hias hingga nanti akan dipasangkan juga lampu tuntul,” ungkapnya.

Lanjutnya, dengan konsep lampu hias jalan itu, ternyata mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

“Alamdulillah, malam hari banyak yang lewat dan berfoto juga sambil berbelanja, baik kue maupun kebutuhan lain di area lampu hias ini,” ujarnya.