Oknum Sangadi Desa Komangaan Dilaporkan Terkait Pengerjaan Proyek Fisik Prasarana Air Bersih

BOLMONG – Oknum sangadi desa Komangaan, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, SB alias Sab, dilaporkan sejumlah warganya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu, senin (22/04/2019),  terkait kejanggalan proyek pekerjaan fisik prasarana air bersih yang dibiayai lewat Dana Desa (Dandes) Tahun Anggaran 2015 silam.

Dengan membawa sejumlah barang bukti, Yusrin Potabuga, salah satu warga yang melapor, juga mengaku dirinya yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua BPD Desa Komangaan dilengserkan dari jabatannya karena mempertanyakan persoalan tersebut.

“2017, saya diberhentikan dari Ketua BPD lantaran tidak sejalan dengan Sangadi. Waktu itu saya kerap melakukan protes terhadap sejumlah kejanggalan pada penggunaan Dana Desa,” ujar Yusrin saat bersua dengan wartawan usai melapor ke pihak Kejari Kotamobagu.

Di tempat yang sama, Hamat Simbala, warga desa Komangaan yang bekerja sebagai buruh angkut pada proyek tersebut, juga melaporkan dugaan pemalsuan tandatangan yang dibubuhkan pada kwitansi pembayaran upah Harian Orang Kerja (HOK). Dimana dalam pengakuan Hamat, ia hanya bekerja selama 6 hari dengan upah sebesar Rp 600ribu, tetapi dalam dokumen pertanggungjawaban tercatat dirinya sebagai tenaga harian yang bekerja selama 5 minggu dengan upah Rp 75ribu per hari atau 35 hari dengan bayaran tercatat sebesar Rp 2.625.000.

“Ada lima kwitansi atas nama saya yang sudah ditandatangani. Masing-masing kwitansi tercatat Rp 525ribu. Dan saya keberatan karena tidak pernah menandatangani kwitansi tersebut. Ini pemalsuan,” keluh Hamat.

Baca : KPUD Bolmong – Kejari Kotamobagu Lakukan Penandatanganan MoU

Hal yang sama dikatakan Noljin Paputungan yang mengalami hal persis seperti Hamat, dimana ada kwitansi sudah ditandatangani atas nama dirinya dengan jumlah yang sama. Padahal dirinya hanya menerima Rp 900ribu lebih.

“Selain pemalsuan tandatangan, ini juga ada dugaan korupsi,” imbuh Noljin.

Diketahui, turut bersama mereka bertiga, warga Desa Komangaan yang melapor masing-masing Oyo Simbala, Herbi Bonde, Ridal Mokoginta, Jamal Lapik dan Rudin Paputungan.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kotamobagu, Imron Mashadi, SH.MH, saat dihubungi terpisah, mengaku telah menerima laporan warga Desa Komangaan tersebut.

“Tadi siang ada warga dari Komangaan melaporkan secara lisan tentang adanya dugaan penyelewengan Dana Desa. Dan laporan tersebut akan kita tindaklanjuti. Untuk sementara akan disurvei dulu, sembari menunggu petunjuk pimpinan,” jelas Imron saat dihubungi via whatsapp.

Sal/Udi Masloman