Tampak beberapa warga sedang mengeluh kepada Camat Lolayan. (Foto: Ismail Ambaru).

BOLMONG – Belum ada tanda-tanda ditemukannya sisa korban yang diduga masih berada dilubang maut tambang emas desa Bakan yang terdampak bencana longsor yang terjadi pada Selasa (26/2/2019) malam lalu, membuat keluarga menjadi khawatir atas nasib para korban. Kekhawatiran ini menyebabkan keluarga memaksa ingin melihat langsung proses evakuasi di lokasi kejadian.

Beberapa anggota keluarga korban asal Desa Mopusi dan Tanoyan, Kecamatan Lolayan, mendatangi posko Basarnas. Mereka ingin meminta agar beberapa orang dari mereka dapat mewakili keluarga untuk naik ke lokasi kejadian.

“Saya minta kepada tim SAR gabungan agar dapat menerima permintaan kami selaku keluarga korban. Kami tidak minta apa-apa, kami hanya menginginkan agar dapat menyaksikan langsung proses evakuasi keluarga kami yang tertimbun. Hanya beberapa saja sebagai perwakilan dari keluarga korban,” ucap Awi, warga Mopusi saat diwawancarai di Posko Basarnas.

Kepala Desa Mopusi, Muchtar Dugian mengaku akan memfasislitasi keinginan keluarga, namun dirinya meminta agar warganya bersabar.

“Saya minta kepada keluarga agar tenang dan bersabar dulu. Nanti kita akan bernegosiasi dengan tim SAR,” kata Muchtar.

Terinformasi, anggota tim SAR masih berada di lokasi kejadian sehingga upaya negosiasi belum bisa dilakukan.  

Dari informasi yang diperoleh dari warga Desa Mopusi, ada 8 orang korban berasal dari Desa Mopusi yang berhasil di evakuasi  7 orang dalam keadaan selamat dan satunya meninggal, dan sekitar 6 orang masih belum terselamatkan.

Penulis : Ismail Ambaru