KOTAMOBAGU – Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dodokambey menghadiri penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat Kotamobagu, Bolaang Mongondow (Bolmong), serta Bolaang Mongondow Timur (Boltim), di Gedung Sitty Barokah, Kotamobagu, Selasa, (19/03/2019).

Gubernur didamping Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara dan Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo, menyerahkan secara simbolis setifikat untuk 12 orang perwakilan penerima sertifikat.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan, pendataan lahan ini sangat penting, agar masyarakat merasakan betul aset yang dimiliki.

“Apa yang dikatakan Kepala BPN, bahwa di Bolmong pemetaan ini akan dirampungkan hingga tahun 2022, adalah bagian dari mensukseskan program pemerintah pusat” ujar Gubernur.

Gubernur mengajak, semua masyarakat mendorong agar program ini bisa rampung pada tahun 2022.

Ini sangat berguna, sehingga Pemerintah Provinsi dan Perbankan di Sulut, akan mendukung dengan memfasilitasi rakyat untuk menjadikan ini sebagai fungsi modal jaminan,” kata Gubernur.

Data kepemilikan, lanjut Gubernur, akan lebih gampang diakses. Dan, ini sangat baik untuk percepatan peta bagi kabupatan.

“Saya juga mintakan jajaran pemerintah provinsi hingga kabupaten kota, bisa berperan aktif mensukseskan program PTSL agar bisa lebih maksimal. agar seluruh masyarakat bisa terlayani dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Nasional Wilayah Sulawesi Utara, Fredy Kolintama mengatakan, saat ini ada 1243 sertifikat diserahkan di BMR secara terpisah.

“PTSL di Kotamobagu dan Bolmong, 8000 bidang, secara keseluruhan ada 25.000 bidang se-BMR. Sesuai permintaan presiden seluruh bidang tanah di Indonesia, harus terpetakan semua. Dan, di tanah Tatotabun, tahun 2021-2022 semua sudah harus bisa terpetakan. Kemantrian Agraria mengalokasikan 17.500.000 bidang tanah PTSL. Sehingga prospek untuk PTSL di Sulut lebih cepat dari yang di target,” pungkasnya.