KOTAMOBAGU- Masyarakat di Kotamobagu rata-rata suka membaca buku yang update atau kekinian sebagai kebutuhan baca mereka.

Bahkan, tak sedikit dari masyarakat menggunakan teknologi smartphone untuk mendapatkan buku digital, yang praktis dibanding ke perpustakaan.

Sehingga hal itu berpengaruh terhadap minat baca masyarakat yang ada di Kotamobagu.

Pemerintah Kotamobagu pun harus berinovasi menjadikan perpustakaan daerah, mudah diakses masyarakat.

Selain menggunakan sistem digitalisasi dalam pencarian buku bacaan, perpustakaan juga perlu mengupdate buku terbaru sesuai dengan kebutuhan moderen saat ini.

Wali Kota Tatong Bara mengatakan, hal itu menjadi fokus dan diseriusi pemerintah. Bahkan, diterbitkannya Perwako yang mewajibkan setiap pejabat Pemkot keluar daerah harus membawa buku terbaru.

“Selain buku sejarah, siapa saja pejabat yang keluar daerah wajib membawa pulang buku bacaan yang fres dan up to date, sesuai dengan zaman moderen saat ini,” kata Wali Kota.

Menurutnya, masyarakat sangat membutuhkan bahan bacaan yang bersifat baru.

“Jangan membawa pulang buku yang terbitan 70an atau 60an. Kita harus bisa membaca kebutuhan di zaman moderen saat ini tentang bahan bacaan,” ujarnya.

Wali Kota mencontohkan, buku yang dibawa harus sesuai dengan fungsi SKPD masing-masing.

“Misalnya Kepala Dinas Kesehatan, harus membawa buku mengenai kesehatan pula. Tapi yang update. Buku sejarah juga penting karena itu bisa membantu generasi kita, tahu akan sejarah,” tutupnya