Nayodo Kurniawan saat meredam warga yang terlanjur emosi. (Foto : portalmongondow.com).

BOLMONG – Keinginan warga Desa Mopusi dan Desa Tanoyan yang menginginkan agar bisa melihat langsung proses evakuasi keluarganya yang menjadi korban tambang yang longsor membuat nyaris ricuh. Beruntung situasi bisa segera diamankan oleh anggota TNI dan Polri yang sedang berada di Posko Basarnas.

Wakil Walikota Kotamobagu, Nayodo Kurniawan yang baru tiba di Posko, ikut menenangkan warga yang terlanjur emosional.

“Mereka menginginkan agar apa yang terjadi saat ini di lokasi bisa disampaikan langsung kepada keluarga korban lainnya yang sedang berada di rumah,” kata Nayodo.

Baca : Warga Mendesak untuk Bisa Naik ke Lokasi Tambang Longsor

Meredam situasi yang ada, dirinya mengajak 4 orang keluarga korban untuk mendatangi lokasi kejadian.

“Kita mencari solusi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.

Proses evakuasi korban bencana tanah longsor yang terjadi di lokasi penambangan Desa Bakan, Selasa (26/2/2019) malam, memasuki hari keempat dilakukan dengan menggunakan alat berat jenis excavator. Tim SAR menduga, masih ada beberapa korban lain masih berada didalam lubang maut yang menyebabkan 9 korban meninggal dunia, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.