KOTAMOBAGU- Terus bermunculannya penyanyi dan group band baru di belantika musik Indonesia membuat industri musik lokal kian menggeliat.

Kehadiran mereka tak hanya meramaikan persaingan di Tanah Air, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk menggali minat bermusik mereka.

Berkat hal tersebut, banyak anak-anak muda yang tergerak merintis karier sebagai musisi profesional. Bukan itu saja, tingginya apreasiasi terhadap musik membuat banyak orang ingin bermain musik sekadar untuk menyalurkan hobi. Tak pelak, mereka membutuhkan institusi atau sekolah untuk mengasah bakat musik mereka.

Fenomena terebut membawa angin segar bagi Taslim HB dan Eky Sugeha (Statuz Band). Dua musisi senior Kotamobagu ini
mencoba memanfaatkan kebutuhan masyarakat akan kebutuhan belajar non-formal tersebut dengan membuka private musik bagi pemula.

Sosok dan nama besar mereka ternyata menjadi magnet bagi masyarakat. Meski dengan modal pas-pasan, keduanya tak surut dalam membuka peluang belajar musik bagi masyarakat di Bolmong Raya.

“Spesifiknya saya lebih ke Keyboard dan vokal sekaligus cipta lagu. Namun, saya ingin memaksimalkan kemampuan ini dan membagi ilmu yang saya miliki kepada orang-orang yang mau belajar,” ujar Taslim, saat diwawancarai Portalmongondow.com.

Lanjut penyanyi sekaligus pencipta lagu ini, kelas private yang mereka dirikan memang tidak sebesar sekolah musik yang berorientasi pada bisnis yang cukup besar pada umumnya.

“Ya, hanya kecil-kecilan saja tapi kami konsisten untuk les private ini. Meski hanya membuka kelas gitar, piano dan vokal, kami yakin bisa mengajar dasar-dasarnya. Untuk biaya pendaftarannya hanya Rp100 ribu. Kalau untuk perbulan, Rp250 ribu, dan jadwalnya setiap hari Minggu ,” ujar pelantun lagu Bentor ini.

“Kalau alamatnya di studio saya di Kelurahan Molinow. Yang mau daftar, ga usah khawatir, karena terjangkau dan kami pasti berikan kualitas belajar yang baik,” tambahnya.

Senada dengan itu, Eky Sugeha, gitaris Statuz Band yang sudah sering tampil di beberapa acara televisi nasional ini mengaku punya keinginan yang besar untuk bisa membuka kelas private musik di tanah kelahirannya.

“Harus dong. Kalau udah punya kemampuan  yang mumpuni, harus dibagi. Belajar musik ini siapapun bisa, tak hanya kalangan muda, tapi orang tua pun bisa. Musik adalah seni yang asyik dan keren pastinya,” kata pencipta lagu Cinta Sesaat yang hits di tahun 2012 ini.

Sembari terus berkarya, keduanya memupuk mimpi membangun lembaga pendidikan musik di Kotamobagu. Menurut mereka, bisnis kursus alat musik memiliki potensi yang  besar.

“Kami ingin kembangkan musik sebagai kebutuhan atau suplemen bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Makanya, bisnis ini akan terus berkembang selama ada fasilitas dan orang-orang yang ikut belakar,” kata Eky dan diiyakan Taslim.

Mereka memilih membuka kelas private di Kotamibagu karena ingin masyarakat di daerah bisa menganyam pembelajaran seputar alat musik layaknya mereka yang tinggal di ibu kota.

“Yang penting mereka jadi senang karena main musik. Urusan bisa mahir atau profesional itu belakangan ,” pungkasnya.