KOTAMOBAGU – Batik adalah jenis pakaian khas Indonesia. Bahkan pakaian yang bercorak khas ini telah ditetapkan sebagai pakaian nasional.

Di sejumlah daerah, Batik dijadikan pakaian wajib untuk digunakan pada hari tertentu.

Di Kotamobagu misalnya. Pemerintah di daerah ini mewajibkan setiap ASN menggunakan Batik, sebagai pakaian dinas harian (PDH).

Penerapan penggunaan pakaian tersebut, berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 003/Setda-KK/15/II/2019, tentang Penegakan Disiplin ASN di Lingkungan Pemerintah Kotamobagu, yang ditandatangani Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, tanggal 4 Februari 2019.

“Setiap hari Jumat ASN kotamobagu harus menggunakan batik nasional jenis apa saja. Warnanya juga tidak ditentukan,” kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, Jumat (15/02/2019).

Meski demikian, Batik juga bisa mendatangkan sanksi bagi ASN di Pemkot Kotamobagu.

Pasalnya, ASN yang tidak menggunakan Batik di hari khusus, akan dilakukan pemotongan TPP oleh pemerintah.

“Aturan penggunaan batik nasional bagi ASN Kotamobagu berlaku mulai februari ini. Sementara untuk instansi Satpol PP-Damkar, Dishub, BPBD dan Dinkes tidak diharuskan dalam ketentuan ini,” kata Sahaya.

“Yang tidak melaksanakan perintah ini, dan ditemukan saat sidak, maka akan ada sanksi yang diberikan yakni pemotongan TPP,” tegas Sahaya.