BOLMONG – Pakar hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra selaku kuasa hukum Pemkab Bolmong, saat dihubungi Bupati Yasti, melalui via telpon pada konfrensi pers dengan wartawan Rabu (6/2/2019) dilantai II kantor Bupati, menjelaskan terkait Judicial Review (hak uji materil) yang diajukan oleh Pemkab Bolmong beberapa waktu lalu, sudah dikabulkan oleh Mahkama Agung (MA).

“Artinya permendagri yang mengatur tentang batas-batas antara Kab Bolmong dan Bolsel itu dinyatakan batal, dan memerintahkan kepada menteri dalam negeri untuk mencabut peraturan mendagri tersebut. Jadi kemendagri diberikan waktu selama 90 hari, apabila dalam waktu tersebut tidak ada langkah upaya yang dilakukan oleh Mendagri maka peraturan itu akan batal dengan sendirinya, setelah lewat waktu 90 hari,” ungkapnya.

Yusril mengatakan, agar kiranya Mendagri dapat mencabut peraturan yang lama, dan segera menyiapkan permendagri yang baru.

“Saya menyarankan kepada Mendagri agar segera mungkin mencabut peraturan lama, dan menyiapkan peraturan baru penggantinya, yang betul-betul sesuai dengan apa yang diharapkan oleh penggugat, dalam hal ini Pemkab Bolmong,” ujar Yusril.

“Jadi batas yang benar itu seperti apa, ada pada pertimbangan putusan MA dan itu dapat dijadikan acuan utama bagi Mendagri didalam menyusun peraturan Mendagri yang baru dalam menentukan tentang tapal batas Kab Bolmong,” tandas Yusril.

Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, mengatakan judicial review merupakan langkah hukum yang terakhir dan terpaksa harus dilakukan demi kebaikan bersama.

“Kami telah berkomitmen sedari awal bahwa dengan diajukannya JR dimaksud, maka apapun hasilnya akan kami hormati dan taati sebagai suatu komitmen bersama atas hukum yang berlaku. Kami telah menempuh cara yang sah dan konstitusional, yang kami yakini sebagai jalan keluar penyelesaian masalah terbaik dan bertanggung jawab,” ucap Yasti.

Kemenangan ini kata Yasti, merupakan kemenangan bersama rakyat bolaang mongondow.

“Kita patut bersyukur atas judicial review ini, hasil ini merupakan langkah penting untuk menyelesaikan sengketa batas yang selama ini berlarut-larut,” pungkas Yasti.