KOTAMOBAGU– Kembalinya Sahaya Mokoginta msmbuat tubuh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kotamobagu mulai berbenah.

Sebelumnya, Satpol-PP menjadi sorotan masyarakat atas kinerja yang tak maksimal, hingga kasus penyalahgunaan aset yang membuat Dolly Zulhadji dicopot dari jabatannya sebagai Kasat Pol-PP.

Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu, Adnan Massinae saat memberi sambutan di apel pagi, Senin (18/02/2019), geram atas kinerja buruk Satpol-PP.

“Banyak persoalan di Pol-PP. Mulai dari tenaga oprasional hingga organik. Saya dengar banyak yang tidak becus di Pol-PP ini,” kata Adnan dengan nada tinggi.

Ia menyayangkan, kendaraan Satpol-PP sebagai aset daerah justeru tidak sesuai peruntukan.

“Penggunaan aset di Pol-PP menjadi persoalan besar. Itu untuk operasional bukan untuk pribadi atau tenaga organik,” kesalnya.

“Besok kendaraan ditarik dan diserahkan kepada tenaga oprasional. Kendaraan itu juga wajib dicek. Jika penggunaan tidak sesuai aturan, maka akan berdampak.pada pimpinan,” tagasnya.

Adnan meminta, performa kinerja Pol-PP ditinfkatkan. Senagai penegak Peraturan Daerah (Perda), Pol-PP harus memberikan contoh yang baik.

“Kalian (Pol-PP) adalah penegak perda. Harus jadi contoh. Sikap, peforma, karakter di dalam organisasi diperbaiki sebagai contoh di masyarakat,” pungkasnya.