KOTAMOBAGU- Para pedagang di Pasar 23 Maret dan Serasi, banyak menggunakan badan jalan untuk berjualan.

Bahkan, jalan yang seharunya menjadi fasilitas umum, dibuat lesehan dan tenda untuk berjualan.

Hal itu berdampak pada masyarakat pengguna jalan. Tak heran, di lokasi ini sering dikeluhkan karena kerap terjadi macet.

Pihak Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop-UKM) dan Satpol-PP Kotamobagu, turun ke lokasi dan melakukan sosialisasi agar pedagang segera membongkar tenda yang berada di badan jalan.

“Kami sering mendapat laporan karena banyak pedagang menggunakan badan jalan untuk berjualan. Parahnya, banyak yang sudah mendirikan tenda di jalan sehingga berakibat bagi lalu lintas,” ujar Kepala Disdagkop-UKM, Herman Aray, Senin (25/02/2019).

Sementara itu, Kepala Satpol-PP, Sahaya Mokoginta menegaskan, akan menindak tegas pedagang yang tidak mengindahkan imbauan Pemkot Kotamobagu.

“Hari ini kami melakukan sosialisasi dan imbauan agar besok tidak ada lagi yang berjualan di badan jalan. Jika masih ditemukan, maka akan dibongkar paksa,” tegas Sahaya.

Ia berharap, agar pedagang dapat berjualan di tempat yang sesuai dan tidak mengganggu masyarakat lain.

“Kami mengajak seluruh pedagang di pasar 23 Maret dan Serasi untuk tidak berdagang di badan jalan,” pungkasnya.