KOTAMOBAGU– Kesetiaan setiap orang terhadap pasangannya adalah hal paling indah jika terus dipupuk dalam sebuah hubungan berumah tangga.

Namun, tak sedkit pula yang merasa tidak puas dengan pasangannya dan memilih untuk selingkuh.

Kasus perselingkuhan ini pun rupanya kerap menghantui Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selain memberi dampak negatif di kehidupan sosial bermasyarakat, selingkuh juga ternyata bisa menurunkan kinerja.

Apalagi di zaman moderen seperti ini, tak hanya masalah ekonomi menjadi pemicu. Ketersediaan sarana teknologi juga turut mempengaruhi terjadinya perselingkuhan.

“Seharusnya jika ada ASN kedapatan selingkuh, Pemerintah harus tegas dalam memberikan sanksi agar tidak bersampak pada kinerja. Apalagi seorang abdi negara itu harus menunjukan contoh yang baik bagi masyarakat,” kata Icek Lasupu, warga Kotamobagu.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kotamobagu, Sahaya Mokoginta mengatakan, kasus perselingkuhan yang melibatkan ASN, pasti akan ditangani berdasarkan aturan yang berlaku.

“Jika ada laporan, maka kami akan melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” kata Sahaya.

Plt Kasat Pol-PP ini pun menegaskan, jika karena terlibat kasus perselingkuhan ASN Kotamobagu akan dikenakan sanksi disiplin.

“Pasti ada sanksinya. Bisa berupa sanksi ringan, sedang hingga sanksi berat. Sehingga itu, saya mengimbau agar sebagai seorang ASN tidak terlibat masalah seperti ini. Karena akan merusak citra ASN sebagai Abdi Negara dan juga berdampak pada diri ASN tersebut,” pungkasnya.