KOTAMOBAGU – Shelter yang dibangun Dinas Perhubungan (Dishub), tak kunjung difungsikan. Padahal, infrastruktur penunjang operasional Bus Rapid Transit (BRT) itu telah selesai dibangun sejak akhir tahun lalu.

“Sudah lama selesai dikerjakan, tapi sampai hari ini kita belum lihat manfaatnya,” Geri Liangga warga Kopandakan.

Ia mengakui, sebelumnya mendapat kabar jika shelter yang dibangun Dishub itu akan difungsikan awal tahun ini.

“Jangan sampai bangunan ini belum digunakan dan sudah rusak kembali. Kalau terjadi demikian, itu mubazir,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Nasli Paputungan, mengungkapkan shelter tersebut akan difungsikan bersamaan dengan launching BRT.

“Rencananya kita triwulan pertama ini. Tidak ada kendala lagi, tinggal menunggu launchingnya saja,” ungkapnya.

21 shelter yang dibangun Dishub itu terdiri dari dua koridor. Koridor pertama melewati Jalan DC Manoppo hingga Pobundayan, Jalan Veteran Matali hingga Molinow, Jalan Zakaria Imban dan Jalan Brawijaya Mongondow.

Sedangkan koridor kedua terdiri dari empat selther yakni di Jalan S Parman, Jalan Siliwangi, Jalan Paloko Kinalang, Jalan KS Tubun dan Jalan DC Manoppo. Anggaran pembangunannya sebesar Rp1,4 miliar.

Adapun BRT yang akan dioperasikan sebagai sarana transportasi baru di Kota Kotamobagu ada lima unit yang diberikan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) beberapa waktu lalu.

“Dalam waktu dekat ini akan segera dioperasikan. Kita tinggal tunggu launchingnya,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan, Lexi Kembuan