KOTAMOBAGU- Pendidikan politik penting difahami serta dipelajari setiap generasi millenial di Indonesia.

Itu bertujuan untuk membangun karakter millenial yang cerdas dan dewasa dalam menyikapi persoalan politik.

Seperti yang dikatakan Benny Rhamdani, di kegiatan Ngopi Bareng, Ngobrol Politik bersama ratusan pemuda-pemudi Kotamonagu, di Kopi Cup Kotamobagu, Kamis (07/02/2019).

Ketua DPP Partai Hanura, asal Poyowa Besar, Kotamobagu ini mengatakan, dengan pendidikan politik sejak dini, akan mampu menepis berbagai isu perpecahan.

“Lewat pendidikan politik kepada masyarakat khususnya kaum millenial, adalah tanggung jawab kita semua untuk membangun karakter yang bijaksana, dan cerdas dalam menyikapi berbagai problematika politik,” kata Brani.

Bahkan lanjut calon Anggota DPR RI dapil Sulut ini, menjadi seorang politisi, sikap berjiwa besar adalah hal penting ditanamkan.

Kata Brani, politik harus memberikan pendewasaan bukan untuk saling menjatuhkan.

“Mari kita bersatu untuk mewujudkan cita cita masyarakat BMR, dengan mengutus dua atau tiga orang perwakilan dari BMR ke DPR RI. Semua calon dari BMR semuanya orang baik dan hebat,” kata Brani.

Menurutnya, jika hal tersebut diiplementasikan dalam sikap politik yang benar, cita-cita seluruh masyarakat akan tercapai.

”Saya mengajak kepada seluruh masyarakat di BMR, untuk tidak saling menjelek jelekan calon anggota DPR RI dari BMR yang bertarung di Pileg 17 April nanti,” harap Brani.

Benny yang juga direktur kampaye Jokowi Widodo – Maruf Amin menambahkan, kursi DPR RI dapil Sulut yang ditinggalkan oleh Dra Yasti S Mokoagow dan Aditya Moha, harus direbut kembali.

”Ayo, kita pilih putra putri asli BMR yang maju bertarung DPR RI di Pileg nanti, minimal kursi Bu Yasti dan ADM bisa terisi kembali,” tandasnya.

Diketahui, calon anggota DPR RI dapil Sulut dari BMR diantaranya, Benny Rhamdani (Hanura), Kamran Podomi (Nasdem), Djelantik Mokodompit (Golkar), Amalia R Landjar (PAN), Herson Mayulu (PDI P).