Tampak Rusunawa yang ada di Lolak. (Foto : Istimewa)

BOLMONG – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Kamis (17/1/2019) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Ketua Komisi II DPRD Bolmong, Lesly Lanny Kaligis mengatakan bahwa kunker untuk mempertanyakan keberadaan rusunawa di Kabupaten Bolmong.

“Tujuan kami datang ke Dinas Perkimtan Sulut ini, untuk melakukan koordinasi terkait Rusunawa yang hingga saat ini belum dimanfaatkan,” kata Lesly.

Menurutnya, bangunan yang ada di Kecamatan Lolak ini cukup megah namun tak difungsikan.

“Sayang bangun besar dan megah ini dibiarkan. Sudah lama kosong. Ini seharusnya dikelola secara maksimal,” ujarnya.

Ia menyayangkan Rusunawa berlantai 3 ini selalu direhab terus tapi tak dihuni.

“Percuma sudah dibangun dengan anggaran besar tapi tak dimanfaatkan. Saat ini saja sudah banyak yang ingin tinggal,” jelasnya.

Sementara itu, pihak Perkimtan Sulut melalui Sekretaris Dinas, Desmar Laoh menjelaskan bahwa Rusunawa merupakan proyek dari pemerintah pusat atau kementerian dengan menggunakan APBN, dan di bangun pada tahun 2016 lalu oleh tim Satker Kementerian Pusat.

“Ini dikerjakan oleh Satker pusat tapi berkoordinasi dengan daerah,” jelasnya.

“Namun pelaksana lapangan adalah pegawai daerah (provinsi) atau sebagai mitra. Belum difungsikan dikarenakan masih tahap dalam revitalisasi (penambahan/rehab) kembali karena terkendala masalah air, atap bocor, kaca sudah ada yang pecah, hingga dinding retak, oleh karenanya belum bisa dilakukan hibah atau serah terima administrasi kepada pemerintah Kabupaten Bolmong. Nanti setelah direfit dan keluar SK hunian baru bisa,” terang Laoh yang didampingi Kabid Hairil Mokoginta.

Selain Lesly, turut pula hadir dalam kunker Aleg lainnya yakni, Musli Manoppo, Vera Pandelaki, I Nengah Sukarma, Suny Dampi, Swempry Rugian, Tamrin Mokoginta, dan Ketut Sukadi.

Penulis : Ismail Ambaru