HUKRIM– Angka kecelakaan yang melibatkan korban dengan usia produktif membuat pihak Kepolisian terus berupaya mensosialisasikan road safety pada kaum milenial tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara.

Menilik data yang tercatat di Korlantas Polri melalui IRSMS, korban kecelakaan lalu lintas baik yang meninggal maupun luka-luka pada usia 10-14 tahun sebanyak 7.061; usia 15-19 sebanyak 17.910. Lalu usia 20-24 mencapai 17.258. Sedangkan usia 25-29 mencapai 11.140 dan usia 30-34 sebesar 9.412 ini sepanjang 2018.

Data ini menunjukan kecelakaan tersebut didominasi oleh kaum muda yang masih produktif, yaitu sebesar 56,87 % dan secara spesific 24,43 % korban berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Untuk itu perlunya sosialisasi pertauran dan Road Safety berbasis teknologi digital yang bisa melahirkan kepatuhan terhadap regulasi lalu lintas yang telah dibuat. Pendekatan untuk mengedukasikan kaum milenial pun harus menggunakan bahasa kekinian.

Kasat Lantas Polres Kotamobagu, AKP Magnalena A Sitinjak SIK, mengatakan, generasi milenial harus peduli akan keselamatan berlalu lintas sekaligus menjadi ikon Road Safety.

“Keselamatan adalah yang pertama dan utama yang digelorakan dan terus menerus menjadi perjuangan generasi milenial. Karena gerakan moral yang dilakukan generasi milenial ini akan menyelamatkan dari korban sia-sia di jalan raya,” Kata Magnalena kepada Portalmongondow.com, Rabu (23/01/2019).

Ia menjelaskan road safety merupakan gerakan moral atas kepekaan kepedulian dan tanggung jawab akan kemanusiaan. Upaya ini agar mampu bertahan hidup produktif dan tidak menjadi korban sia-sia di jalan raya.

Dirinya mengharapkan kalau generasi milenial bisa menjadi pejuang-pejuang kemanusiaan dalam hal ini road safety. Sekaligus membangun peradaban yang semakin manusiawi kedepannya.

“Dengan demikian, jika kaum millenial saat ini turut andil dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) maka akan sangat baik bagi generasi seterusnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Satlantas Polres Kotamobagu telah menggelar sosialisasi Millenial Road Safety Festival (MRSF) yang menyasar generasi Milenial di setiap sekolah di Kotamobagu.

“Untuk puncak festival Millenial Road Safety akan kita gelar di Lapangan Boki Hotinimbang Kotamobagu, pada tanggal 2 Maret mendatang. Jadi, kami mengajak seluruh kaum millenial khususnya kaum muda untuk sama-sama sukseskan kegiatan ini demi Bolaang Mongondow Raya khususnya Kotamobagu sebagai daerah pelopor keselamatan berlalu lintas,” pungkasnya.

Sementara itu, sejumlah siswa SMA di Kotamobagu mengaku senang dengan program tersebut. Menurut mereka, dengan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, akan berdampak positif bagi mereka dan kaum millenial di Indonesia.

“Saya dan teman-teman sudah mendapat informasi mengenai Millenial Road Safety Festival ini. Kami mendukung dan siap menjadi generasi yang nanti bisa memberikan pedoman bagi generasi yang akan datang sebagai pelopor keselamatan berkendara,” kata Amanda Makalalag, Siswi SMK Negeri 1 Kotamobagu.