KOTAMOBAGU– Musim pemilihan kepala daerah (Pilkada) hingga pemilihan Presiden (Pilpres) maemang beda. Bukan hanya calon kepala daerahnya yang bersaing, tapi juga para pendukungnya.

Tak sedikit yang berujung pada permusuhan (meski hanya di media sosial) karena perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan pilihannya yang paling benar, ada juga yang bersikukuh bahwa calon lain itu bersalah.

Berbeda dengan Muri Mokoginta dan Muri Gonibala, dua pemuda Kotamobagu ini meski berbeda pilihan di Pilpres 2019, namun mereka tetap memperlihatkan rasa persaudaraan.

“Saya rasa hal paling asyik adalah perbrdaan yang mempersatukan. Jangan sampai perkawanan kita hancur gara-gara beda pilihan,” kata Muri Mokoginta.

Meski demikian, lanjut pria berprofesi jurnalis ini, ia pun tak segan-segan meng-unfriend (Hapus Pertemanan) beberapa temannya di Facebook karena perbedaan pandangan politik.

“Aku unfriend banyak orang karena sebetulnya bukan tentang beda pandangan politik, tapi tentang sikap menyebalkan dalam mengekspresikan pandangan politik, sampai menyebarkan hate speech itu bisa aku unfriend, karena itu buat polusi timeline,” katanya.

“Namun tetap menghargai setiap pilihan. Kita semua kan punya hak memilih. Namun, kita juga jangan sengaja membuat gaduh dan menyebar berita hoax maupun ujaran kebencian karena pilihan berbeda. Tetap bersahabat, berkawan dan menyebarkan rasa kekeluargaan itu lebih indah,” ujar pria yang gemar olahraga badminton ini.

Hal itu pun turut diiyakan Muri Gonibala. Pria yang berprofesi sebagai anggota Badan Permusyawatan Desa (BPD) ini mengaku, banyak yang harus rela kehilangan kawan bahkan keluarga hanya karena beda pandangan dan pilihan politik.

“Jangan sampai lah kita membuat batas di antara kita gara-gara beda pilihan politik. Mari kita tunjukan sikap yang terpuji tanpa harus saling hina. Akan indah jika perbedaan ini kita jadikan sebagai perekat rasa kekeluargaan dan persaudaraan,” kata pria berkaca mata ini.