KOTAMOBAGU– Diresmikan pada 2018 lalu, Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) milik Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kotamobagu, memberikan manfaat bagi setiap anak sebagai sarana belajar dan bermain.

Namun beberapa pekan terakhir, buku bacaan yang dipajang di etalase PISA tak terlihat lagi. Kondisi ruangan pun tak terawat.

Pantauan Portalmongondow.com, selepas pulang sekolah, anak-anak yang datang ke PISA untuk menunggu jemputan orang tua mereka, hanya bermain game online melalui smartphone. Itu dikarenakan, fasilitas bermain dan belajar tak lengkap dan tak layak lagi.

“Kok buku di sini (PISA) sudah tak ada ya? Apa mungkin sudah mau ditutup?,” tanya salah satu orang tua yang hendak menjemput anaknya di ruangan PISA, Senin (28/01/2019).

Kepala DP3A Kotamobagu, Sitty Rafiqa Bora, saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp mengaku, pihaknya sengaja mengamankan sementara buku bacaan di etalase PISA.

“Terkait buku yang di pisa, saat ini memang sengaja diamankan oleh DP3A karena tidak ada lagi petugas yang berjaga. Selama ini petugas yang menjaga adalah tenaga kontrak dari Dinas Perpustakaan, sementara tenaga kontrak tersebut masih dirumahkan,” jelasnya.

Lanjut dijelaskannya, buku-buku bacaan di PISA banyak yang hilang dan tak tertata rapih.

“Sudah banyak buku bacaan yang hilang. Makanya diamankan dulu sementara. Insha Allah jika tenaga kontrak yang dirumahkan sudah kembali bertugas, maka akan kembali ditata,” pungkasnya.