KOTAMOBAGU- Berkat peringatan “keras” dari Walikota Kotamobagu, Tatong Bara dan Wakil Walikota, Nayodo Kurniawan, terhadap produk lokal unggulan Kotamobagu harus memiliki etalase khusus penjualan di toko-toko, swalayan, termasuk Indomaret dan Alfamart, awal 2019 produk lokal unggulan berpotensi merambah pasar nasional.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Herman Aray mengatakan pemerintah tidak mau produk lokal menjadi tamu di rumah sendiri.

“Iya, Ibu Walikota dan Bapak Wawali memang ingin dan mewarning keras, kerena apalagi khusus Alfamart dan Indomaret, persyaratan izin awalnya, harus mengakomodir produk lokal, jadi wajar kalau Walikota dan Wawali geram, saat misalnya tidak bersesuaian,” ujar Aray, Kamis, (20/12/2018).

Selain itu, dorongan pemerintah ini dibuktikan, dengan banyaknya penyerahan bantuan kemasan dan label manual, termasuk juga upaya mempersiapkan rumah kemasan.

“Dalam hal kemasan, kita sudah bagus kok, lagipula pertengahan tahun depan, kita sudah siap gunakan rumah kemasan, jadi sebenarnya ini sangat potensi,” ujarnya.

Menurutnya, pertemuan antara Pemkot, managemen Alfamart dan Indomaret, juga UMKM, Kamis (13/12/2018) pekan lalu, membawa angin segar, juga peluang untuk produk lokal masuk pasar nasional.

“Kan itu nanti dilihat kapasitasnya, kemampuan produksi saat ini sudah jalan di Januari atau Februari 2019, jika sanggup 1000 pcs perbulannya, bukan tidak mungkin produk lokal unggulan kita akan disebar ke pasar Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo), tentu ini awal yang baik,” pungkasnya.